Berita

Nusantara

Realisasi Pendapatan Rendah, Bukti Kepala Daerah Cuma Andalkan Pusat

MINGGU, 31 DESEMBER 2017 | 16:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ada 15 provinsi di Indonesia yang memiliki pendapatan daerah di bawah 50 persen dari target yang ditetapkan selama semester I 2017.

Bahkan dari data yang dihimpun Center for Budget Analysis (CBA) ada juga daerah yang target pendapatannya masih di bawah 20 persen.

Koordinator Investigasi CBA Jajang Nurjaman mencatat, ada permasalahan klasik dalam pengelolaan anggaran di pemerintah daerah. Salah satunya, penyusunan anggaran yang sering molor.


"Lebih disayangkan lagi meskipun berlarut-larut dalam penyusunan, hanya menghasilkan besar pasak daripada tiang. Dimana anggaran akan selalu defisit," urainya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (31/12).

Menurut Jajang, kelemahan dalam penyusunan anggaran menjadi salah satu faktor rendahnya realisasi anggaran pendapatan daerah. Hal ini diperparah dengan kecenderungan dari pemerintah daerah yang lebih mengandalkan bantuan dari pusat.

"Dengan begitu kepala daerah tidak perlu berpikir dan bekerja keras guna menggenjot pendapatan asli daerahnya," tutup Jajang.

Berikut 15 provinsi yang pendapatannya di bawah 50 persen, berurutan dari yang terkecil:

1. Provinsi Gorontalo menjadi daerah paling kecil realisasi pendapatannya, dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1.831.692.829.014 baru terealisasi senilai Rp 334.460.209.687 atau setara 18 persen dari targetan.

2. Provinsi Lampung target pendapatan sebesar Rp 6.723.785.171.614 realisasi senilai Rp 2.344.529.836.867 setara 35 persen target.

3. Provinsi Papua target pendapatan sebesar Rp13.968.876.703.796 realisasi senilai Rp5.066.335.495.786 setara 36 persen target.

4. Provinsi Papua Barat target pendapatan sebesar Rp 6.888.867.177.840 realisasi senilai Rp 2.533.461.232.326 setara 37 persen target.

5. Provinsi Aceh target pendapatan sebesar Rp 14.291.939.315.863 realisasi senilai Rp 5.271.827.573.550 setara 37 persen target.

6. Provinsi Maluku Utara target pendapatan sebesar Rp2.864.175.974.702 realisasi senilai Rp 1.154.681.247.157 setara 40 persen target.

7. Provinsi DKI Jakarta target pendapatan sebesar Rp 62.466.130.203.554 realisasi senilai Rp 27.240.701.361.816 setara 44 persen target.

8. Provinsi Riau target pendapatan sebesar Rp 8.859.017.595.981 realisasi senilai Rp 3.866.508.101.304 setara 44 persen target.

9. Provinsi Jambi target pendapatan sebesar Rp 4.163.724.816.402 realisasi senilai Rp 1.831.647.989.936 setara 44 persen target.

10. Provinsi Bengkulu target pendapatan sebesar Rp 3.041.325.078.997 Rp 1.452.694.608.740 setara 48 persen target.

11. Provinsi Nusa Tenggara Timur target pendapatan sebesar Rp 4.722.736.609.000 realisasi senilai Rp 2.281.447.898.764 setara 48 persen target.

12. Provinsi Sulawesi Tengah target pendapatan sebesar Rp 3.579.386.410.150 realisasi senilai Rp 1.749.741.419.566 setara 49 persen target.

13. Provinsi Bali target pendapatan sebesar Rp 6.222.703.627.308 realisasi senilai Rp 3.050.226.255.749 setara 49 persen target.

14. Provinsi Kalimantan Selatan target pendapatan sebesar Rp 5.499.059.991.000 realisasi senilai Rp 2.700.728.161.833 setara 49 persen target.

15. Provinsi Sulawesi Tenggara target pendapatan sebesar Rp 3.545.198.442.343 realisasi senilai Rp 1.747.775.084.369 setara 49 persen target. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya