Berita

Ki Candan Langit/Net

Politik

Gunung Agung Meletus Usai Jokowi Datang, Bukti Alam Sudah Tidak Menghendaki

SABTU, 23 DESEMBER 2017 | 17:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Presiden Joko Widodo terus mengkampanyekan bahwa Bali aman dari letusan Gunung Agung.

Teranyar, dia memindahkan rapat terbatas bersama sejumlah menteri yang biasa digelar di Istana Kepresiden Bogor ke Bali pada Jumat (22/12). Bahkan Jokowi juga menyempatkan diri berjalan ke Pantai Kuta dan swafoto bersama wisatawan asing untuk menunjukkan bahwa Bali aman.

Namun, hanya sehari berselang dari kampanye Bali aman yang digalakkan Jokowi tersebut, Gunung Agung kembali meletus. Siang tadi, Sabtu (23/12), tepatnya pukul 11.57 WITA, Gunung Agung kembali erupsi.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa erupsi kali ini ditandai dengan semburan asap setinggi 2.500 meter dari puncak kawah.

Melihat peristiwa tersebut, praktisi spiritual Ki Candan Langit mengaku punya penerawangan bahwa letusan itu berhubungan dengan perjalanan pemerintahan Jokowi.

Ki Candan mengatakan bahwa letusan Gunung Agung yang hanya berselang satu hari dengan kehadiran Jokowi itu menandakan bahwa para leluhur tidak merestui kedatangan Jokowi.

"Mata bathin saya melihat Leluhur atau Hyang Mbau Rekso tidak bersahabat dan tidak merestui kedatangannya. Hal itu juga akan mempengaruhi sisi negatif perjalanan pemerintahan Jokowi," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu.

Menurutnya, peristiwa ini juga menjadi bukti bahwa alam nusantara sudah tidak menghendaki lagi kehadiran Joko Widodo sebagai pemimpin. Hal ini akan dibuktikan pada Pilpres 2019 mendatang.

"Untuk Pilpres 2019 akan banyak penurunan suara," urainya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya