Berita

Anies Baswedan-Sandiaga Uno/Net

Politik

Ada Modus Politik Balas Dendam Di Balik Penjegalan TGUPP Anies

SABTU, 23 DESEMBER 2017 | 16:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Sikap Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menghapus Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta era Anies Baswedan-Sandiaga Uno merupakan sebuah tindakan diskriminasi.

Begitu kata Ketua Progres '98 Faizal Assegaf dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Sabtu (23/12).

Faizal bahkan mencurigai langkah Kemendagri itu tidak lepas dari modus politik balas dendam yang dilancarkan Mendagri yang juga politisi senior PDIP, Tjahjo Kumolo.


"Rakyat tahulah, Jokowi dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo adalah penyokong utama narapidana penista Al Qur'an Basuki Tjahja Purnama alias Ahok," ujarnya.

Menurut  Faizal, kekalahan Ahok di Pilgub DKI adalah pukulan sangat menyakitkan. Sehingga mereka tidak rela menerima kehadiran Anies memimpin ibukota negara.

"Jadi tidak heran bila Kemendagri mulai bertindak superior dan arogan untuk menghambat TGUPP yang merupakan salah satu program strategis Anies. Sangat terlihat mencolok bahwa upaya menjegal TGUPP adalah bukti Kemendagri bertindak culas," sambungnya.

Langkah Kemendagri itu, lanjut Faizal juga dapat berpotensi memicu kemarahan rakyat dan menyulut konflik terbuka antara Pemprov DKI dengan pemerintah pusat.

Apalagi, fakta menunjukan saat Ahok berkuasa, Kemendagri dan Istana begitu mesra serta bertindak semaunya. Namun kini berbeda perlakuan kepada Anies Baswedan.  

"Upaya diskriminasi tersebut harus direspon secara serius. Mengingat TGUPP bentukan gubernur terpilih sesuai prosedur, transparan dan legal. Anies Baswedan dengan otoritas yang dimilikinya harus berani melakukan perlawanan. Tidak boleh seenaknya dikerdilkan dan dilecehkan begitu saja oleh Kemendagri," tutupnya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya