Berita

Marsekal Hadi, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, KSAL Laksamana Ade Supandi dan KSAD Jenderal Mulyono di Lapangan Udara.

Pertahanan

Tito Sakit Kepala

Naik Sukhoi
KAMIS, 21 DESEMBER 2017 | 10:21 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kemarin, Kapolri Jenderal Tito Karnavian merasakan sensasi naik pesawat tempur buatan Rusia, Sukhoi SU-30 MK 2 milik TNI Angkatan Udara. Di udara, pesawat bermanuver, belok kanan, kiri, ke atas dan bawah yang menyebabkan Tito pusing. Untung saja sang Jenderal tidak muntah.

TNI AU memberi brevet wings penerbang kehormatan kepada Kapolri, KSAL Laksamana Ade Supandi dan KSAD Jenderal Mulyono di Lapangan Udara Militer Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, kemarin. Sebelum brevet disematkan, Panglima TNI yang masih menjabat KSAU mengajak ketiganya terbang di ketinggian 10.000-25.000 kaki dengan Sukhoi.

Empat pesawat Sukhoi langsung didatangkan dari Lanud Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Setelah briefing, mereka mengikuti cek kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah. Setelah itu, siap-siap terbang. Mereka terlihat keren mengenakan seragam penerbang TNI AU.


Sekitar 30 menit terbang dengan berbagai manuver di udara, keempat pesawat buatan Rusia ini landing mulus di Lanud Halim Perdanakusuma. Apa perasaan Tito yang pertama kali nyoba jet tempur? Tito mengaku, awalnya sangat menikmati pengalaman pertama terbang dengan pesawat kebanggaan TNI ini. Rasanya kayak naik mobil mewah Mercedes Benz.

"Kecepatannya kalau tidak dimanuver nyantai saja, dia seperti naik Mercy ya. Kalau naik komersial kan kira-kira naik Kijang," kata Tito. Namun setelah pilot yang membawanya melakukan berbagai manuver, Tito merasa pusing. Untungnya, dia tidak sampai muntah di pesawat. "Setelah dibawa manuver, belok kanan kiri ke atas ke bawah, kepala pusing juga. Tapi mungkin Pak Panglima TNI tidak pusing, kalau saya pusing dikit. Biasa nangkep maling sekarang diajak naik pesawat. Untung saja tidak bawa kantong plastik," ungkap Tito bercanda.

Bekas Kapolda Metro Jaya ini sangat bangga bisa menjajal langsung pesawat Sukhoi. Apalagi, dia naik pesawat ini bersama Panglima TNI, KSAD dan KSAL. "Saya merasa sangat beruntung karena kalau nggak jadi Kapolri, mungkin saya nggak terbang naik Sukhoi, yang tercanggih di dunia dan dimiliki Indonesia. Momentum ini juga memberi dampak yang luas kepada institusi, hubungan antara Polri dan TNI. Saya harap kebersamaan ini juga akan mewarnai di jajaran TNI dan Polri untuk tetap kompak di masa mendatang," terangnya.

Marsekal Hadi yang menjadi pemimpin formasi dalam terbang latihan tersebut berhasil mengerjai Kapolri, KSAD dan KSAL. "Saya yakin Kapolri, KSAD dan KSAU merasakan sensasi terbang dengan Sukhoi," ujar Hadi terkekeh di Gedung Suma, Pangkalan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Apalagi proses pendaratan pesawat dengan menggunakan drag chute. Drag chute merupakan salah satu komponen yang ada di pesawat-pesawat tempur, berbentuk payung dan terletak di ekor pesawat. Fungsinya untuk menurunkan laju pesawat sesudah mendarat. "Saya yakin beliau bertiga tidak expect kalau ngerem-nya pesawat menggunakan drag chute. Sehingga semuanya saya yakin, bertiga kaget semua. Tapi itulah yang memang saya sampaikan ke pilot agar tidak usah dikasih tahu nanti menggunakan drag chute. Biar bisa merasakan sensasinya," kata Hadi disambut tawa Kapolri, KSAD, KSAL.

Awalnya, Hadi ingin mengajak Kapolri, KSAD dan KSAL terbang dengan formasi 2 versus 2. Sayang, rintik hujan yang turun membuat rencana batal dan akhirnya hanya melakukan formasi right echelon. Hadi menjelaskan formasi 2 versus 2 adalah dua pesawat tempur lawan dua pesawat tempur di udara. Formasi tersebut biasanya digunakan untuk mengunci posisi pesawat musuh di udara. "Cuaca tidak mendukung. Tetapi tujuan kegiatan ini untuk menunjukkan soliditas TNI dan Polri semoga tercapai," harapnya.

Di jagat maya, netizen memuji aksi ini. Namun, lebih banyak yang meledek Kapolri. "Pak jangan lupa bawa plastik kresek takutnya nanti kalau nggak terbiasa mutah nanti," tulis pembaca bernama Yolanda Permatasari disambut Joyo_yaum. "Jangan sampai pusing dan musl yaa Pak." Akun @goendal godain Kapolri. "Kalau Pak Tito kapan ajak Panglima nya halan halan?" tanya dia. Akun Rizal Firmansyah mengapresiasi Panglima TNI. "Mantap nie Pak Hadi, berusaha merangkul agar jadi contoh untuk prajurit agar senantiasa kompak baik di laut, darat dan udara. Sinergi TNI-POLRI akan membuat situasi negara jadi kondusif," pujinya disamber @Dadogado. "Bravo panglima TNI. Betul jangan mau dikotak-kotakin dan dipecah belah!" Akun @Agunggalih9 menimpali. "Mantap panglima ama teamnya. 4 Four musketeer nya NKRI.... Sip sip sip," sebutnya dijawab Tedy Kwa. "Nah gitu jadi adem." Akun Arya Bagus menambahkan. "Kompak yaaa Panglima nya, ga rugi Jokowi pilih, terlihat Akur semua! semangat Pak Hadi," katanya. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya