Berita

Foto/RMOL

Hukum

Bareskrim Ungkap Sindikat Pembuat Uang Dan Dokumen Palsu Di Jakarta Dan Jabar

RABU, 20 DESEMBER 2017 | 13:40 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Jajaran Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri mengungkap sindikat pembuat uang dan dokumen palsu yang beroperasi di Jakarta dan Jawa Barat.

Pengungkapan jaringan ini berawal dari penyelidikan tim Subdit IV Ditipideksus Bareskrim Polri di wilayah Jabar setelah menangkap dua orang pengedar uang palsu. Kemudian Bareskrim mengembangkan penyelidikan ditemukanlah pembuat uang palsu inisial BH.

"Dari pengedar dan si pembuat ang palsu ditemukan bukti-bukti yang sudah jadi Uang sebanyak Rp 24 juta, kemudian yang belum dupotong-potong jumlahnya miliaran," kata Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto di Bareskrim, Gambir, Jakarta, Rabu (20/12).


Dari penggeledahan di rumah BH, polisi menemukan alat-alat pencetak dokumen palsu seperti BPKB, STNK, VISA, Faktur, Buku Nikah dan Dokumen Bank.

"Dari keterangan BH, dia telah menjual dokumen palsu itu ke pada pembeli sesuai dengan pemesanan atau pelanggan tertentu," jelas Ari.

Adapun modus operandi para pelaku yakni membeli mobil bodong alias tanpa surat-surat dari oknum debt collektor leasing seharga Rp 50 juta yang kemudian mobil tersebut digadaikan dengan dokumen palsu ke Penggadaian yang tersebar di Wilayah Jawa Barat.

"Motifnya mencari keuntungan ekonomi berupa uang tunai," pungkas Ari.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari sindikat ini antara lain, 16 unit mobil dari berbagai merek, 20 BPKB palsu yang telah dicetak, 32 STNK palsu, 76 lembar cek fisik kendaraan, 20 lembar KTP palsu dan tiga buku tabungan Bank palsu.

Tersangka terancam pasal 372 KUHP, Pasal 263 KUHP Pasal 480 KUHP dan pasal 3 dan 5 UU No 8/2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang Jo pasal 55, 56 KUHP. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya