Berita

Hidayat Nur Wahid/Net

Moderat Adalah Jalan Pilihan Bukan Islam Atau Indonesia Phobia

RABU, 20 DESEMBER 2017 | 09:02 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR di gedung Bappeda, Provinsi Jambi, Selasa (19/12).

Dalam acara yang dihadiri Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar, Anggota MPR RI, Sidi Hermanto Tanjung dan pengurus Forum Peduli Remaja Jambi (FPRJ), HNW mengatakan sosialisasi empat pilar pada 19 Desember bertepatan dengan Hari Bela Negara.

"Sosialisasi empat pilar kali ini mengingatkan bahwa Indonesia itu dibela oleh berbagai atau banyak pihak, termasuk oleh tokoh partai pada waktu itu yakni, Partai Masyumi. Tokoh Syafruddin Prawiranegara yang mendirikan pemerintah darurat di Sumatera Barat karena ada kekosongan kekuasaan, agar Indonesia tidak dijajah lagi oleh Belanda," kata dia.


Momentum ini menurut HNW sangat bagus bagi warga negara Indonesia sehingga membuat kita semakin mengenali Indonesia, semakin paham sejarah Indonesia dan semakin mampu membela Indonesia di tengah persoalan kondisi phobia Indonesia bahkan Islam phobia.

"Indonesia ada karena tokoh-tokoh Islam dan tokoh kebangsaan," katanya.

HNW menjelaskan, sosialisasi empat pilar ini untuk menyegarkan kembali ingatan pada sejarah Indonesia. "Kita harus berada dalam jalan moderat, tidak berada pada Islam phobia dan Indonesia phobia. Indonesia adalah warisan para ulama yang hebat. Kita harus mengenali Indonesia, karena tak kenal maka tak sayang." terangnya.

Ia mengatakan, bela negara dihadirkan karena gabungan semua unsur seperti, umat Islam dan tokoh kebangsaan dalam menghadapi tantangan ke depan yakni, separatisme, radikalisme, komunisme, atheisme dan liberalisme.

"Ini sebuah momentum memahami yang baik dan benar tentang Indonesia melalui sosialisasi empat pilar dalam menghadapi separatisme, radikalisme, komunisme, atheisme dan liberalisme," katanya.

Di sisi lain, implementasi Sosialisasi Empat Pilar dalam kehidupan mahasiswa, jangan dibayangkan sebagai suatu yang rumit. "Bila sudah mengamalkan maka kita sudah melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.Ini realita sehari-hari, bukan menara gading yang sulit dijangkau," ujarnya.

Sementara itu Anggota MPR Sidi Hermanto Tanjung berpendapat, kita harus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan umat Islam memiliki kontribusi menjaga NKRI. "Kita harus menguatkan rasa nasionalisme dan menjaga Indonesia," katanya. [rus]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya