Berita

Foto/RMOL

Hukum

KPK Ogah Ladeni Ancaman Kuasa Hukum Mantan KSAU

SENIN, 18 DESEMBER 2017 | 22:55 WIB | LAPORAN:

Pernyataan Juru bicara KPK Febri Diansyah tentang posisi mantan Kepala Staf TNI AU Agus Supriatna saat tidak memenuhi panggilan penyidik berbuntut ancaman pencemaran nama baik.

Febri menyatakan dalam catatan Dirjen Imigrasi purnawirawan Jenderal bintang empat itu sudah ada di Jakarta sejak 8 Desember, namun kuasa hukum Agus menyatakan bahwa kliennya masih menjalani ibadah umrah.

Meski terancam dipolisikan, Febri enggan menangapi rencana kuasa hukum Agus.


Febri menjelasakan pernyataannya merupakan informasi yang diberikan Dirjen Imigrasi kepada penyidik KPK.

"Saya kira tidak perlu saya tanggapi karena yang kami sampaikan adalah memang informasi yang berasal dari tim penyidikan," ujarnya saat ditemui di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/12).

Sebelumnya, Pahrozi selaku kuasa hukum Agus meminta Febri tidak asal bicara mengenai posisi kliennya.

Pahrozi juga keberatan jika KPK menyatakan Agus sudah ada di Indonesia. Pahrozi meminta kepada KPK untuk membuktikan dengan data yang akurat dan valid.

Sedianya pada Jumat (15/12), Agus bakal dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Direktur PT Diratama Jaya Mandiri Irfan Kurnia Saleh dalam kasus dugaan korupsi pembelian heli AW101 oleh TNI AU.

Panggila Jumat kemarin merupakan penjadwalan ulang lantaran pada akhir November lalu Agus tidak memenuhi panggilan KPK. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya