Berita

Kompak di KPK/RMOL

Hukum

KOMPAK: KPK Harus Berani Tangkap Yasonna Laoly Dan Ganjar Pranowo!

SENIN, 18 DESEMBER 2017 | 13:01 WIB | LAPORAN:

Komando Aksi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (KOMPAK) menggelar aksi di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siang ini, Senin (18/12). Sekelompok mahasiswa tersebut datang untuk memprotes KPK yang seakan tebang pilih dalam memeriksa pelaku yang terkait kasus korupsi.

Mereka beranggapan masih ada pelaku selain bekas Ketua Umum Golkar, Setya Novanto yang terindikasi mengambil keuntungan dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Namun sayangnya, lembaga anti rasuah itu tidak segera memproses orang-orang yang diduga terlibat tersebut.

"Jangan hanya Setnov saja yang ditangkap, masih ada Setnov yang lain yang terlibat dalam kasus korupsi E-KTP ini," ujar orator dengan rompi oranye di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.


Para mahasiswa tersebut berharap KPK tidak pandang bulu dalam menindak para pelaku korupsi KTP berbasis elektronik tersebut.

"Apa KPK tidak berani usut kasus ini? KPK jangan tebang pilih dalam memberantas korupsi. KPK harus berani," tukasnya.

Sejumlah wajah pun terpampang dalam sebuah banner yang dibentangkan di halaman kantor Agus Rahardjo Cs itu. Diantaranya wajah Menteri hukum dan hak asasi manusia Yasonna H Laoly, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Melchias Mekeng, Marzuki Ali yang disebut-sebut menerima pembagian dana proyek KTP-el. Korupsi yang dilakukan bersama-sama tersebut menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 2,3 triliun. [san]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya