Berita

Ganjar/net

Hukum

Ganjar Pranowo: Saya Siap Dipanggil KPK Lagi

MINGGU, 17 DESEMBER 2017 | 03:00 WIB | LAPORAN:

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku siap kembali dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pernyataan tersebut disampaikan Ganjar menanggapi hilangnya nama dia dalam dakwaan tersangka kasus korupsi KTP-elektronik (KTP-el) Setya Novanto. Kapan pun panggilan itu dilakukan, ia akan datang dan akan menjelaskannya satu persatu.

"Kapan saja siap. Wong saya waktu itu pimpinan komisi harus bertanggung jawab dong. Kita siap-siap saja, sangat transparan soal itu. Saya akan datang terus dan akan menjelaskan satu per satu. Ini soal integritas, kalau soal integritas, saya berani bertaruh soal itu," kata dia di sela acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tiga Pilar PDIP di ICE BSD, Tangerang, Banten, Sabtu (16/12).


Ganjar menekankan tidak tahu menahu soal namanya yang hilang dalam dakwaan Setya Novanto tersebut. Ganjar pun meminta agar KPK yang berhak menjelaskan.

"Yang menulis (dakwaan) kan bukan saya. Mungkin soal pembuktian dan alat buktinya ya. Saya tidak tahu, yang tahu kan mereka (KPK). Saya kan cuma disebut," ungkap Ganjar.

Sebelumnya, Kuasa hukum terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Firman Wijaya, mendatangi KPK. Kedatangannya itu bertujuan untuk mengonfirmasi terkait dakwaan kliennya, yang tidak mencantumkan sederet nama politisi PDI Perjuangan (PDIP), salah satunya Ganjar Pranowo. Padahal, dalam dakwaan sebelumnya untuk terdakwa, Irman dan Sugiharto, ketiga nama tersebut disebutkan. [san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya