Berita

Ferry Julianto/Net

Hukum

Gerindra Yakin Setnov Bukan Yang Terakhir, Ganjar-Yasonna-Olly Menyusul?

SABTU, 16 DESEMBER 2017 | 11:05 WIB | LAPORAN:

. Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Ferry Julianto yakin mantan Ketua DPR yang juga mantan Ketum Golkar Setya Novanto bukan pesakitan terakhir dalam kasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik.

Pasalnya menurut dia, dalam membahas anggaran untuk proyek KTP-el senilai Rp 5,7 triliun, ada banyak pihak di DPR maupun pemerintah yang dilibatkan.

"Sehingga sangat lucu bagi masyarakat kemudian Novanto dikesankan sendiri. Sangat mustahil," kata Ferry dalam diskusi bertajuk "Setnov Effect" di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/12).


Diakuinya, saat pembacaan dakwaan dalam sidang perdana Setnov di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu kemarin (13/12), ada beberapa nama politisi yang "hilang".

Sebut saja, tiga mantan Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP yang saat ini di eksekutif. Ketiga politisi itu adalah Yasonna Laoly, Ganjar Pranowo dan Olly Dondokambey.

Namun, merujuk pada pernyataan Jurubicara KPK Febri Diansyah yang mengatakan tidak disebutnya tiga nama tersebut karena KPK memiliki strategi tersendiri, Ferry mengatakan bahwa bisa saja nanti pada persidangan selanjutnya, nama-nama itu muncul lagi.

"Bisa saja nanti nama-nama itu dimunculkan oleh Jaksa (KPK). Bisa saja seperti itu," tukas anak buah Prabowo Subianto ini sembari menegaskan bahwa hal itu perlu didasarkan dengan bukti yang kuat. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya