Berita

Hukum

Kejagung Kawal Terus Pembangunan Bandara Kulonprogo

SABTU, 16 DESEMBER 2017 | 09:56 WIB | LAPORAN:

. Jaksa Agung HM Prasetyo mengaku pihaknya terus mengawal proyek pembangunan New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo.

Pengawalan itu melalui Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan (TP4) Kejaksaan dan TP4 Daerah DI Yogyakarta.

"Iya itu urusan kita sebagai TP4, kita akan kawal terus," kata Prasetyo usai acara Rakernas Kejaksaan di Badiklat Kejaksaan, Ragunan, Jakarta, Sabtu (16/12).


Prasetyo mengakui memang sebagian tanah yang akan menjadi proyek bandara NYIA milik Pakualam. Namun, ada pengakuan dari yang menggarap lahan tersebut miliki warga setempat. Karenanya TP4 selaku Jaksa Pengacara Negara (JPN) akan turun kembali untuk melakukan pendampingan.

"Memang itu ada permasalahan sedikit bahwa tanah itu milik Pakualam, tapi diakui oleh sebagai warga yang mengarap tanah itu miliknya. TP4 sebagai JPN di situ akan menindaklanjuti persoalan itu, secepatnya kita akan turun ke sana," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Puro Pakualaman adalah pihak yang mendapatkan pembayaran ganti rugi lahan paling besar atas pembangunan bandara baru di Kulonprogo. Pihak keluarga berjanji akan memberi tali asih bagi ratusan keluarga petani penggarap lahan dengan sejumlah ketentuan.

Hal itu menjawab gelombang protes dari para penggarap di lahan Pakualaman Ground Kulonprogo yang menuntut Pakualaman membagi sepertiga dari nilai ganti rugi yang diberikan PT Angkasa Pura I sebesar Rp 727 miliar.

Indonesia Audit Watch (IAW) menilai bahwa proyek pembangunan NYIA sudah berdasarkan Surat keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: SK.557/2017 tentang Kelayakan Lingkungan Hidup Rencana Kegiatan Pembangunan Bandar Udara dan Nomor: SK.558/2017 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Pembangunan Bandar Udara New Yogyakarta Internasional Airport.

"Kami apresiatif. Bahkan, rencana Induk Bandara Baru Yogyakarta ada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 1164/2013 tentang Penetapan Lokasi Bandar Udara Baru di Kabupaten Kulonprogo Provinsi DIY," ujar Ketua Pendiri IAW Junisab Akbar.

Artinya, kendala dan solusi sudah dipikirkan pemerintah pusat maupun daerah serta AP I sendiri. Terpenting, AP I harus bisa tetap ikut berkontribusi langsung terhadap masyakarat sekitar pada saat dan pasca pembangunan bandara.

Bahkan mantan anggota DPR RI itu menilai bahwa jalur hukum dengan mengkonsinyasi ke pengadilan adalah jalan yang terhormat sesuai hukum. Apalagi pelaksanaan proyek tersebut sudah didampingi TP4 Kejaksaan.

"AP I tertib hukumnya bagus. Apalagi pelaksanaan proyek itu didampingi tim P4 Kejaksaan," kata Junisab. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya