Berita

M. Hanif Dhakiri/Net

Politik

Pemerintah-APJATI Bergandengan Tangan Wujudkan Pekerja Migran Profesional

SELASA, 12 DESEMBER 2017 | 17:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menteri Tenaga Kerja RI M. Hanif Dhakiri mendorong Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) untuk bisa menjadi salah satu pionir yang memfasilitasi munculnya pekerja-pekerja migran yang profesional.

"Kompetensi pekerja migran Indonesia perlu terus ditingkatkan," kata Hanif saat memberikan sambutan sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional APJATI I 2016-2020, di Hotel Santika Mega City Bekasi, Jawa Timur, Senin malam (11/12).

Pemerintah bersama APJATI harus terus bergandengan tangan membangun tata keloka migrasi tenaga kerja yang lebih baik, aman, nyaman dan secara profesional dapat membantu pekerja migran mendapatkan akses pekerjaan yang baik di luar negeri.


Menurut Hanif, pemerintah terus berupaya meningkatkan aspek perlindungan dengan membuat kebijakan seperti sistem migrasi pekerja seperti UU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia yang baru disetujui oleh DPR dan konsensus perlindungan pekerja migran ASEAN yang sudah ditandatangani semua kepala negara. Konsensus ASEAN ini menyebutkan bahwa pekerja migran dan keluarganya adalah subject to better protection.

Dijelaskan, pemberitaan TKI selama ini masih melihat sisi negatifnya. Padahal masyarakat perlu melihat isu pekerja migran secara objektif. Dari segi angka, permasalahan-permasalah yang dihadapi pekerja migran juga menurun.

"Kekerasan terhadap pekerja migran menurun, permasalahan mengenai pelecehan seksual juga menurun, permasalahan mengenai penganiayaan dan masalah upah tidak dibayar juga juga menurun," papar Hanif dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Solusi untuk meningkatkan perlindungan ialah ada pada kompetensinya. Karena itu, kata Hanif, para pekerja migran juga harus ditingkatkan dari segi kompetensinya agar membuat proses migrasi menjadi lebih aman, murah, cepat dan bermanfaat. Dengan meningkatkan kompetensi pekerja migran menjadi lebih baik maka akses terhadap pekerjaan juga lebih baik dan itu akan berdampak pada perlindungan dan pendapatannya.

"Ada tiga bidang yang selama ini pekerja migran Indonesia kurang, terutama tentang bahasa, pengetahuan komputer dan leadership (kepemimpinan) yang harus ditingkatkan," kata Hanif.

Bagi pemerintah, lanjut Hanif, APJATI merupakan mitra kerja strategis telah lama diakui. APJATI dinilai telah berhasil mengembangkan profesionalitas anggotanya sehingga permasalahan TKI kian menurun. Dengan permasalahan menurun maka devisa yang dikirim ke tanah air tentu akan lebih besar.

Kepada para peserta rakernas, Hanif meminta agar ketiga hal yang masih kurang itu agar terus ditingkatkan kapasitasnya agar pekerja migran makin bisa bersaing di mancanegara.

Pada kesempatan tersebut, Hanif juga beresan agar APJATI bisa memberikan evaluasi dan rekomendasi terkait kebijakan  pemerintah dalam hal penempatan dan perlindungan TKI.

"Kami selalu membuat kebijakan setelah mendengar masukan dari masyarakat. Forum ini menjadi penting sebagai instrumen untuk memberikan masukan kepada pemerintah," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum APJATI Ayub Basalamah menambahkan pada rakernas ini membahas pesan Presiden RI Joko Widodo pada saat kunjungan pengurus APJATI ke Istana Bogor, Jumat (10/12). Dalam pertemuan itu Presiden mengapresiasi konstribusi besar PPTKIS kepada negara dalam memberi solusi bagi penciptaan lapangan kerja sekaligus memberikan dampak yang besar dari remitansi yang dikirim TKI.

"Presiden juga meminta agar APJATI terus mewujudkan TKI profesional dan berkualitas seperti pekerja migran Filipina," papar Ayub.

Dalam rangka mewujudkan tata kelola TKI yang lebih baik, Presiden akan segera mengatur pertemuan antara pemerintah dalam hal ini Kemenkumham melalui Ditjen Imigrasi, Kemenlu, Kemenaker, BNP32TKI dan APJATI.

Rakernas bertema "APJATI Bersama Pemerintah Melaksanakan Online Sistem Layanan Terpadu untuk Memaksimalkan Terwujudnya Pekerja Migran yang Berkualitas" dihadiri Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO), Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah,  Perwakilan Luar Negeri Apjati, Sekretaris Utama BNP2TKI, Hernowo, dan Kepala BP3TKI Jabar, Delta, Kadisnaker Jabar, Walikota Bekasi dan Koordinator Formigran, Jamaluddin Suryahadikusumah. [rus]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya