Berita

Simposium/MPR

Mahfud MD: Kalau Masyarakat Mau Mengeluh, Di MPR Tempatnya

SELASA, 12 DESEMBER 2017 | 07:07 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

  Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) kembali menggelar Simposium Nasional MPR 2017. Kali ini, simposium dengan tema sentral "Menghormati Keberagaman, Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa” bekerjasama dengan Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN).

Ketua Umum APHTN-HAN Mahfud MD menyatakan simposium tersebut tujuannya sangat baik, yakni membicarakan seputar permasalahan bangsa dan solusinya.

“Tujuan dari digelarnya simposium ini adalah dilatarbelakangi dengan ada keresahan dan kekhawatiran yang meluas di tengah-tengah masyarakat soal kebhinnekaan bangsa yang dirasakan terancam, terutama sejak Pilgub DKI seakan-akan benih-benih permusuhan antar ikatan primordial di negeri ini memanas, elemen satu dianggap ingin mendominasi dan yang satu dianggap mendominasi. Yang satu merasa disalahkan yang lain dirasa sangat menyalahkan pihak lain,” kata Mahfud di Gedung Nusantara IV, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Senin (11/10).
 

 
Mahfud MD juga mengatakan saat kunjungan ke daerah-daerah memang menangkap bahwa keresahan tersebut adalah nyata.

"Ada satu keresahan dari masyarakat bahwa tokoh agama ini mengatakan begitu, tokoh agama ini mengatakan begitu, tokoh adat daerah ini mengatakan begitu, semua intinya mengeluh, merasa resah, merasa khawatir akan kebersamaan kita sebagai satu bangsa rasanya kok terancam.  Padahal kita semua sudah bersepakat membangun negara ini untuk bersatu maju sesuai amanah konstitusi,” imbuhnya.

Simposium ini,lanjut Mahfud MD, adalah upaya membicarakan solusi dari keresahan tersebut. Para tokoh-tokoh lintas agama, budaya, adat, dan tokoh nasional lainnya berkumpul membicarakannya serta  mencari solusinya. 

“Disini adalah ajang mengeluh. Mengeluhlah disini nanti akan ada yang mendengarkan dan dijawab benar atau tidaknya keluhan itu. Kalau benar lalu mau bagaimana ke depannya. MPR ini adalah tempatnya. Sebab MPR rumah rakyat. Kewenangannya besar yang bisa menetapkan dan merubah konstitusi. MPR sendiri memiliki instrumen yang mendukung, ada Badan Pengkajian dan Lembaga Pengkajian yang nanti akan mengolah secara sistematis," katanya.

Di Badan Pengkajian MPR tersebut, imbuh Mahfud, ada politisi-politisi yang nanti akan membawanya ke ranah politik. Kemudian secara politik, para politisi itu mengolah keluhan-keluhan masyarakat menjadi satu solusi yang baik dan diharmonisasikan di dalam proses kebijakan politik.

Simposium sendiri berlangsung selama satu hari penuh dengan agenda pemaparan materi oleh para narasumber dari beberapa tokoh antara lain, peneliti LIPI Siti Zuhro, Bupati Jember Faida, perwakilan agama Islam, perwakilan agama Kristen, perwakilan Budha, perwakilan etnis Jawa/Madura diwakili budayawan Sudjiwo Tedjo, perwakilan etnis Arab, perwakilan etnis Tionghoa diwakili Ulung Rusman dan lainnya, lalu ditutup dengan agenda curah pendapat dari perwakilan peserta.

Hadir dalam Simposium Nasional MPR 2017 tersebut, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Pimpinan Fraksi/Kelompok DPD di MPR, Pimpinan dan anggota Badan Pengkajian MPR, Pimpinan dan anggota Lembaga Pengkajian MPR, Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono,  para akademisi, tokoh agama, tokoh budaya, tokoh adat, tokoh pemerintahan pusat dan daerah serta para dosen pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara perwakilan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. [san]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya