Berita

Radityo dkk/Dok

Bisnis

Sempat Gagal, Pemuda Asal Banyuwangi Ini Sukses Ternak Lele Bioflok

MINGGU, 10 DESEMBER 2017 | 10:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Mayoritas sarjana dan pemuda di Indonesia memilih berkarir di perkotaan. Pemuda yang berasal dari desa pun jarang ada yang mau kembali ke desa kecuali terpaksa.

Tidak demikian halnya dengan Radityo. Dia memilih untuk kembali dan membangun desanya di Bayuwangi, Jawa Timur, dengan mengembangkan budidaya ikan lele dengan sistem bioflok, sambil tetap melakukan berbagai aktivitas untuk menggerakan pemuda desa.

Pilihan Radityo untuk kembali ke kampungnya yaitu Dusun Polean, Desa Tamansari, Kecamatan Tegal Sari, Banyuwangi, bermula saat ia bekerja bidang pemetaan di Kota Malang sekaligus mengabdi di rumah belajar untuk anak-anak pesisir Clungup Mangrove Conservation, Kabupaten Malang.


Alumnus Universitas Negeri Malang ini merasakan bahwa daerah tertinggal butuh perhatian lebih. Dia teringat dengan kampung halamannya yang juga berada di pelosok, tepatnya di tepi perkebunan (PTPN XII) yang berjarak sekitar 50 km dari pusat kota Banyuwangi. Pemuda kelahiran 27 Juli 1994 ini pun terpanggil untuk pulang dan 'mencari jalan' untuk kembali ke kampung halaman.

Setelah memikirkan berbagai jalan usaha yang tidak mudah ditemukan di desa, akhirnya ia terpikir untuk mencoba budidaya ikan lele, karena dulu ketika SMA pernah menjalani bisnis ini namun terhenti karena air tidak melimpah sepanjang tahun.

"Bermodalkan kuota internet saya mencoba mencari informasi kembali tentang budidaya lele. Akhirnya saya menemukan cara budidaya sistem bioflok, budidaya lele tidak bau dan hemat air dengan memanfaatkan bakteri dan fermentasi. Setelah melakukan analisis dan penghitungan usaha dan motivasi orang tua, akhirnya saya pulang dan meninggalkan segala aktivitas saya di Malang," jelas Radityo, yang pernah lolos dalam Pekan Imliah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Ilmu yang ia dapatkan di internet diterapkan. Ada tiga kolam yang ia gunakan untuk ternak Lele dengan sistem bioflok. Awalnya tidak merasa kesusahan berkat pengalaman yang sudah akrab dengan bakteri dan fermentasi. Namun, permasalahan muncul ketika lele berusia remaja, atau pertengahan. Ketika lele mulai besar dan kolam mulai padat, bakteri bioflok di kolam mati sehingga air menjadi bau dan harus ganti air beberapa hari sekali. Ini tentu merepotkan.

Raditiyo mencoba tidak menyerah, namun kematian bakteri yang berulang pada periode pemeliharaan lele selanjutnya membuat budidaya ikan lele yang ia lakukan terbilang gagal.

Jalan perbaikan ternak lele bioflok akhirnya Radityo temukan saat mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pemuda Berbasis IPTEK dan IMTAK oleh Kemenpora bertema 'Pemuda sebagai Penggerak Sentra Pemberdayaan Pemuda di Desa' yang digelar di Bogor, Jawa Barat pada akhir Juli 2017. Dalam kegiatan pelatihan tersebut, salah satu kegiatannya mengunjungi budidaya lele sistem bioflok di daerah Benteng, Kecamatan Ciampea, Bogor.

Di Bogor, dia menggali informasi kepada anggota pembudidaya. Bahkan sempat menepi dari rombongan pelatihan untuk mencari informasi lebih dalam mengenai cara merawat bakteri agar dapat terjaga memproduksi flok.

"Kembalinya ke Banyuwangi, informasi yang sudah didapatkan dari Bogor mulai diterapkan. Alhamdulillah sekarang lebih baik dari sebelumnya. Sekarang keterbatasan air dan lahan bukan hambatan untuk budidaya lele dan bisa menjadi penghasilan rutin perbulan. Terimakasih Kemenpora," ujar Radityo yang menjadi wakil Jawa Timur terseleksi bersama wakil dari 33 provinsi lain yang mengikuti Pelatihan Pemuda Teknopreuner dari Kemenpora tersebut.

Kini, selain kegiatan budidaya lele tersebut, Radityo juga aktif di kelompok dan organisasi pemuda desa. Sebelumnya, dia juga sudah dikenal sebagai pemuda desa yang aktif membuat kegiatan gebrakan di kampungnya. Dua tahun lalu, ia bersama para pemuda desa pernah mengadakan lomba BMX Cross untuk memperingati 11 tahun jalan rusak di kampungnya.[wid]

 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya