Berita

Nazaruddin/net

Hukum

Nazaruddin Berharap Eks Menteri SBY Ini Kena Kutukan

SELASA, 21 NOVEMBER 2017 | 08:58 WIB | LAPORAN:

Eks Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin beharap Menteri Dalam Negeri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Gamawan Fauzi segera menerima kutukan yang pernah dilontarkannya.

Nazaruddin mengatakan hal tersebut saat dicecar majelis hakim soal pembagian uang yang diterima Gamawan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

"Kata Gamawan, dia bersedia dikutuk apabila terima uang e-KTP. Bagimana itu?," tanya majelis hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (20/11).


"Ya mudah-mudahan itu tidak terkabul yang mulia. Tapi itu benar yang mulia, walau saya tidak melihat langsung," timpal Nazaruddin.

Nazaruddin kembali menekankan jika mantan Gubernur Sumatera Barat itu ikut menerima uang haram proyek pengadaan KTP Elektronik (KTP-El).

"Gamawan dua kali menerima uang. Total yang diterima Gamawan sebesar 4,5 juta dollar AS," tegas Nazaruddin.

Nazaruddin pun membeberkan, aliran uang korupsi itu mengalir saat adik kandung Gamawan Fauzi, Azmin Aulia, ingin membeli ruko miliknya.  Namun, yang membayar ruko ternyata salah satu pengusaha dalam proyek KTP-El, yakni Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tanos.

Selain itu, menurut Nazar,  menjelang pengumuman pemenang lelang tender proyek KTP-El, ada permintaan uang untuk Gamawan Fauzi. Informasi itu dia dapatkan dari anggota Komisi II DPR Ignatius Mulyono.

"Paulus bilang, kalau enggak dikasi, (Gamawan) enggak mau tetapkan pemenang lelang. Yang minta Pak Azmin Aulia," demikian Nazaruddin. [san]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Legislator Nasdem: Bukan Hal Sulit bagi Polri Kejar Spam Judol

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:57

Aksi Dramatis Anggota TNI Selamatkan Balita dari Cengkeraman Paman Sakau

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:45

Sempat Lolos OTT KPK, Bos PT MSA Fika Nur Alawi Resmi Pakai Rompi Oranye

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Berdampak Positif terhadap Citra Golkar

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10

Cak Imin Pastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:07

Telkom Akses Perkuat Kompetensi SDM Digital di Daerah 3T

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:48

Aliansi Kontraktor Geruduk Sudin PRKP Jakut Gegara Dugaan Monopoli Proyek

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:41

Peresmian Kantor UN Tourism Kukuhkan Spanyol di Garda Terdepan Multilateralisme

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:30

Kejagung Endus Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Korupsi MBG

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:25

Baru Tiga Bulan Menjabat, Dirut Pos Indonesia Mundur

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:21

Selengkapnya