Berita

RJ Lino-JK/net

Hukum

RJ Lino Yang Pernah Nobar Di Rumah Jusuf Kalla Kok Masih Berkeliaran?

SENIN, 20 NOVEMBER 2017 | 16:42 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mengapresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berani menanahan Ketua DPR RI Setya Novanto yang selama ini dianggap sebagai sosok yang tak tersentuh oleh jerat hukum.

"Salut untuk KPK akhirnya Mas Nov (Novanto) tidak untouchable. Akhirnya jelas sudah kalau selama ini Setya Novanto yang untouchable bisa ditahan oleh KPK diera Pak Joko Widodo," katanya dalam keterangan pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin (20/11).

Namun demikian, Arief berharap KPK hanya menunjukkan taringnya ke tersangka kasus korupsi pengadaan KTP elektronik (e-KTP) itu. Anak buah Prabowo Subianto ini juga menuntut KPK untuk segera menahan dan menyidangkan kasus dugaan korupsi pengadaan mobil crane di PT Pelindo II dengan tersangka mantan Dirut PT Pelindo II, RJ Lino.


KPK dinilainya bersikap tak punya nyali terhadap RJ Lino. Padahal, menurut dia, orang lain yang terlibat dalam kasus tersebut seperti Senior Manager Peralatan Haryadi Budi Kuncoro dan Direktur Operasi dan Teknik Pelindo II Ferialdy Noerlan sudah diproses hingga ke meja hijau.

Arief menduga 'melempemnya' sikap KPK itu karena ada kekuatan besar yang berada di belakang RJ Lino.

"Ada apa ini ya kok KPK lupa ingatan dan melempem. Apa ada pejabat negara yang intervensi ya dalam kasus RJ Lino di KPK. Kok Pak Novanto yang ketua Umum Golkar dan Ketua DPR RI bisa ya ditahan langsung sama KPK? Kenapa RJ Lino masih bebas berkeliaran dan malah pernah nobar sepak bola dirumah Pak JK," imbuhnya.

Menurut Arief, KPK juga harus berani menangkap RJ Lino dengan semangat bahwa semua warga kedudukannya sama di mata hukum.

"Karena itu KPK tidak boleh tebang Pilih dalam hal penanganan kasus Korupsi dan jangan takut untuk menyidangkan kasus RJ Lino," demikian Arief.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), akhir tahun 2016 lalu mengadakan acara nobar final Piala AFF antara Indonesia vs Thailand di rumah dinasnya di Menteng, Jakarta Pusat. Di acara itu hadir RJ Lino, tersangka kasus korupsi pengadaan quay container crane (QCC) di Pelindo II tahun 2010.

Sebagaimana diketahui, RJ Lino ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Lino diduga menyalahgunakan wewenang sebagai Dirut Pelindo II dalam proyek pengadaan Quay Container Crane untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi. Penyalahgunaan wewenang ini diduga dilakukan Lino dengan memerintahkan penunjukan langsung, kepada perusahaan China untuk pengadaan 3 Quay Container Crane tersebut. [san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya