Berita

Jokowi-Novanto/net

Hukum

Anak Buah Prabowo: Novanto Itu Partner Mas Jokowi

MINGGU, 19 NOVEMBER 2017 | 00:41 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuon mengaku heran dengan rencana kuasa hukum tersangka korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto yang berencana menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan HAM Internasional.

Anak buah Prabowo Subianto ini menilai langkah Frederick Yunadi itu tak akan semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya menurut dia, Pengadilan HAM Internasional hanya menyidangkan kasus pelanggaran HAM berat seperti genosida, tindak kekerasan rasisme yang menghilangkan nyawa banyak orang, pelarangan kebebasan beragama dan berpendapat oleh pemerintah dan kerja paksa.

"Engga semudah itu pengadilan HAM internasional mau terima laporan tentang perlakuan KPK terhadap Novanto. Kalau kasus Setnov oleh KPK, saya sih (bilangnya) apa yang dilanggar HAM Setnov oleh KPK? Ya jadi bingung saya," tegasnya kepada redaksi, Sabtu (18/11).


Arief kemudian mengusulkan agar komisi anti rasuah memberikan waktu bagi Novanto sampai benar-benar sembuh dan bisa diperiksa. Arief juga mengusulkan agar Novato melapor Komnas HAM jika ingin membela hak asasi yang menurutnya sudah dilanggar.

"Engga perlu ke Pengadilan HAM Internasional," tekan Arief.

Dia pun berharap agar Ketua Umum Partai Golkar itu lekas sembuh. Tak hanya itu, Arief juga berharap agar Novanto kembali memenangkan pra peradilan atas penetapan status tersangka seperti sebelumnya.

"Sebab Novanto kan Ketua DPR RI dan Partner Mas Joko Widodo untuk membereskan masalah-masalah bangsa yang sedang carut-marut terutama masalah ekonomi nasional. Yang tabah ya Mas Nov dalam menghadapi KPK, semoga keadilan ada pada Mas Nov," demikian Arief. [san]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Legislator Nasdem: Bukan Hal Sulit bagi Polri Kejar Spam Judol

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:57

Aksi Dramatis Anggota TNI Selamatkan Balita dari Cengkeraman Paman Sakau

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:45

Sempat Lolos OTT KPK, Bos PT MSA Fika Nur Alawi Resmi Pakai Rompi Oranye

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Berdampak Positif terhadap Citra Golkar

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10

Cak Imin Pastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:07

Telkom Akses Perkuat Kompetensi SDM Digital di Daerah 3T

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:48

Aliansi Kontraktor Geruduk Sudin PRKP Jakut Gegara Dugaan Monopoli Proyek

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:41

Peresmian Kantor UN Tourism Kukuhkan Spanyol di Garda Terdepan Multilateralisme

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:30

Kejagung Endus Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Korupsi MBG

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:25

Baru Tiga Bulan Menjabat, Dirut Pos Indonesia Mundur

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:21

Selengkapnya