Berita

RMOL

Menteri Amran Dorong Petani Bekerja Keras

JUMAT, 17 NOVEMBER 2017 | 20:52 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong petani Sulawesi Selatan untuk lebih bekerja keras. Dia pun ingin membuka cara pandang petani lebih luas.

"Ayo mari kita bangun Kabupaten Soppeng. Caranya dengan kerja, kerja, dan kerja. Bangun jam lima subuh lalu kembali ke rumah jam 11 malam. Kalau perlu ibu-ibu usir suaminya jam lima subuh dan suruh kembali jam 11 malam," kata Amran saat menghadiri Kemah Bakti Pertanian di Desa Lamede, Kecamatan Marioriawa, Soppeng, Sulsel, Jumat (17/11).

Amran menceritakan pengalamannya sebagai menteri. Di mana, aktivitas kerjanya lebih dominan dibandingkan dengan waktu istirahat.


"Saya hanya tidur dua sampai empat jam setiap hari. Tetapi ada petani yang tidur 20 jam sehari sedangkan kerjanya cuma empat jam. Kita kira jadi tidak itu lahan," katanya bertanya pada petani.

Sewaktu kunjungan kerja ke Surabaya, Amran mengaku melihat pekerja asing yang mendapat bayaran tinggi dibanding pekerja lokal.

"You tidak hargai saya, izin kamu bisa saya cabut. Bangsaku kamu gaji Rp 5 juta tetapi bangsa lain kamu gaji Rp 25 juta," cerita Amran.

Ditambahkannya, setelah bertemu dan menjalin komunikasi dengan pihak perusahaan, Amran sadar mengapa gaji tenaga asing di Indonesia lebih tinggi dibanding pekerja lokal.

"Ini orang pekerja lokal yang digaji Rp 5 juta per bulan sedangkan yang Korea digaji Rp 25 juta per bulan. Karena pekerja lokal ini kebanyakan istirahatnya dibanding pekerja asing yang sungguh-sungguh kerja. Mereka pekerja asing ini berangkat dari rumah jam lima pagi kemudian pulang jam 11 malam, sedangkan yang pekerja lokal selalu datang kerja telat kalau pulang lebih cepat. Jadi, bagaimana gaji dia lebih besar," beber Amran. [wah]  

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Bahlil Dinilai Main Dua Kaki untuk Menjaga Daya Tawar Golkar

Senin, 09 Februari 2026 | 12:07

Informan FBI Ungkap Dugaan Epstein Mata-mata Mossad

Senin, 09 Februari 2026 | 12:02

Purbaya Ungkap Penyebab Kericuhan PBI BPJS Kesehatan: 11 Juta Orang Dicoret Sekaligus

Senin, 09 Februari 2026 | 11:55

Mantan Menteri Kebudayaan Prancis dan Putrinya Terseret Skandal Epstein

Senin, 09 Februari 2026 | 11:38

Mensos: PBI BPJS Kesehatan Tidak Dikurangi, Hanya Direlokasi

Senin, 09 Februari 2026 | 11:32

Industri Tembakau Menunggu Kepastian Penambahan Layer Cukai

Senin, 09 Februari 2026 | 11:26

Langkah Prabowo Kembangkan Energi Terbarukan di Papua Wujud Nyata Keadilan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:25

WNA China Tersangka Kasus Emas 774 Kg Diamankan Saat Diduga Hendak Kabur ke Perbatasan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:16

Tudingan Kapolri Membangkang Presiden Adalah Rekayasa Opini yang Berbahaya

Senin, 09 Februari 2026 | 10:51

Februari 2026 Banjir Tanggal Merah: Cek Long Weekend Imlek & Libur Awal Puasa

Senin, 09 Februari 2026 | 10:46

Selengkapnya