Berita

Foto: RMOL

Mentan Minta Bupati Maros Realisasikan Permintaan Petani

JUMAT, 17 NOVEMBER 2017 | 00:24 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaeman menghadiri acara panen raya di Desa Tanete, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Setibanya di areal persawahan, Amran langsung menaiki dan mengendarai sebuah traktor untuk memanen padi. Kondisi jalan yang becek tidak menghalangi niatnya turun ke lapangan.

"Tidak usah. Terima kasih," kata Amran menolak tawaran sepatu boot ketika turun dari mobil, Kamis (16/11).


Menurut dia, areal persawahan Desa Tanete ini memiliki luas hamparan padi 400 hektar dengan karakter sawah tadah hujan. Selain itu, petani di sini hanya menggunakan metode pompa air yang dialiri dari air sumur tanah dan sungai.

"Meski begitu, mereka berhasil melakukan panen padi sampai IP 300 pada tahun ini. Hasilnya 7 sampai 8 ton padi per hektar. Kalau dikali 7 sampai 8 ton, itu berarti jadi 320 ribu ton (padi), jumlah yang sangat besar," jelas Amran.

Dia memaparkan, untuk mencukupi kebutuhan beras nasional harus ada memakai rumus yang menjadi solusi permanet pertanian Indonesia.

"Kalau tidak mau impor, harus tanam 1 juta (benih) per hektar tiap bulannya. Kalau satu hektar dikali 6, ini minimal ya, itu sudah 6 juta ton. Kita bagi dua, itu sudah tiga juta ton beras," ujarnya.

Untuk kebutuhan beras Indonesia 2,6 juta ton perbulan bisa terpenuhi. Dengan rumus itu,  dia yakin Indonesia tidak perlu impor beras.

"Itu rumusnya, dan itu kalau kita lakukan sampai 100 tahun kita tidak impor. Kita doakan menteri berikutnya lebih tangguh," imbuhnya.

Usai panen padi, Amran yang didampingi Bupati Maros, Hatta Rahman, Kepala Litbang Muhammad Syakir, berserta perwira tinggi TNI dan Polres Maros serta pejabat daerah Pemkab Maros juga menyemai benih pada ke lahan baru. Setelah itu, Amran berdialog dengan masyarakat sekitar yang terlihat antusias dengan kehadirannya di desa tersebut.

"Saya minta tolong apa yang diminta mereka (petani) tolong direalisasi secepatnya. Kecuali untuk eskvator beri saya waktu dalam dua bulan," ucapnya. [sam]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya