Berita

Menteri Amran: Mau Kaya Jadilah Petani

RABU, 15 NOVEMBER 2017 | 06:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Anak muda Indonesia tidak boleh malu menjadi untuk bercita-cita menjadi petani.

Begitu pesan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kuliah umum di Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (14/11‎).

Menurutnya, untuk menjadi petani saat ini tidak perlu gengsi‎ lagi. Pasalnya, pertanian Indonesia kini sudah menggunakan alat pertanian yang modern.


‎"Dulu gengsi malu bertani. Mereka malu karena tradisional. Kita punya kebijakan olah tanah pakai mesik, panen, prosesi pakai mesin," ujar Amran di hadapan ratusan mahasiswa.

Alhasil, sambungny, saat ini banyak pemuda Indonesia ikut terlibat dalam bidang pertanian. Kementan bahkan sudah melibatkan sebanyak 300 ribu anak muda di sektor pertanian.

"Mahasiswa kami libatkan hingga tujuh ribuan. Kami ikutkan supaya tahu soal pertanian. Jadi kalau mau jadi konglomerat, jadilah petani," ujarnya.

Ia juga memaparkan bahwa saat ini ada asuransi bagi petani, sehingga petani tidak perlu kuatir lagi jika mengalami kegagalan saat bercocok tanam.

Amran mencontohkan, saat ke Bojonegoro, Jawa Timur, ‎para petani datang memeluknya dan menyampaikan rasa terima kasih atas adanya asuransi pertanian tersebut.

"Mereka peluk saya, Pak Menteri kami bangga. Kemarin kami kena banjir, kami dapat 8 miliar. Saya bilang itu (asuransj) menolong petani untuk tidak pernah rugi. Ini pertama dalam sejarah selama kita merdeka," sebutnya.

Di Universitas Palangka Raya yang memiliki lahan pertanian 50 ribu hektare, Menteri Amran memberikan 5.000 benih dan traktor roda empat sebanyak dua unit.

"Itu nilainya Rp 1 miliar. Dari pusat. Pak dirjen, silakan selesaikan janji saya," ujarnya sambil memberi instruksi. [wah]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya