Berita

Zulkifli Hasan:RMOL

Stop Saling Hina Dan Ngotot-ngototan, Saatnya Jahit Kembali Merah Putih

JUMAT, 27 OKTOBER 2017 | 14:07 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Menjahit kembali Merah Putih menjadi tema yang diangkat Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat mengisi Orasi Kebangsaan di acara Hari Jadi ke-59 Unversitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (27/10).

Tema tersebut diangkat lantaran Zulkifli mengaku jengkel dengan fenomena sok-sokan yang terjadi di negeri ini.

Ada segelintir orang atau kelompok yang merasa paling benar dalam menafsirkan Pancasila. Kelompok ini kemudian membuat dikotomi-dikotomi bahwa orang yang tidak sejalan dengan mereka adalah anti dengan Pancasila.


Misalnya, saat pengesahan Perppu 2/2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) menjadi UU Ormas. Pihak-pihak yang menolak perppu dengan mudah disebut anti dengan Pancasila.

"Bayangkan seberapa dahsyat itu keburukannya. Belum lagi ada pandangan tunduk pada agama dibilang tidak nasionalis. Mendukung gubernur ini Pancasila dan bhinneka, yang enggak mendukung disebut anti Pancasila," ujarnya di hadapan ratusan mahasiwa UMS.

"Pancasila itu pandangan hidup nomor satu, kalau ada orang mengkotak-kotakkan itu berarti dia yang anti Pancasila," tegas ketua umum PAN itu.

Dia mengaku bahwa dikotomi anti Pancasila itu sering mengarah ditujukan kepada umat Islam. Padahal, umat Islam Indonesia tidak perlu diragukan lagi rasa kebangsaanya. Sejak Indonesia belum merdeka, perjuangan umat Islam sudah dimulai melalui Serikat Islam, Muhammadiyah, NU dan HOS Tjokroaminoto bersama para muridnya.

Bahkan umat Islam sepakat tatkala tujuh kata dalam Piagam Jakarta dihapus saat membuat dasar negara ini berdiri.

"Kita umat Islam setuju mencoret tujuh kata. Belum lagi revolusi jihad setelah Indonesia merdeka. Jadi umat Islam itu sudah khatam dengan toleransi. Tidak pernah dalam sejarah kebangsaan, ulama dan umat Islam absen. Umat Islam berdiri kokoh demi negeri zamrud khatulistiwa ini," tegas Zulkifli.

Inti dari semua ini, lanjut Zulkifli adalah mengajak semua masyarakat untuk berhenti saling hina dan saling menang-menangan. Kini, saatnya masyarakat bersatu menjahit kembali Merah Putih agar kokoh.

"Jadi saya ajak kita semua untuk menjahit kembali Merah Putih agar kokoh, persatuan kita tidak tercabik-cabik oleh kesalahpahaman kita," pungkasnya. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya