Berita

Foto:RMOL

Tiga Syarat Negara Maju Versi Zulkifli Hasan

KAMIS, 26 OKTOBER 2017 | 09:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan bahwa ada tiga syarat yang harus terpenuhi jika sebuah negara ingin menjadi negara yang maju.

Pertama, kata dia, adalah penguasaan akan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Melalui penguasaan iptek, sebuah negara bisa memprediksi beragam masalah, bahkan hingga 30 tahun yang akan datang.

‎Menurutnya, iptek sangat diperlukan oleh bangsa Indonesia saat ini yang sedang bermasalah dalam mencukupi pangan masyarakatnya.


"Kita saat merdeka itu jumlah penduduk hanyak 70 juta, sekarang 260 juta. Itu kita bermasalah dengan pangan. Beras, garam, hingga bawang banyak yang impor. Bayangkan nanti 5 tahun ke depan kalau jadi 500 juta," ujarnya saat membuka Pameran Seni dan Budaya Nusantara (Pandatara) 2017 ‎bertajuk 'Bangkit Berbudaya Bersama Pemuda Indonesia' di SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (26/10).

Namun begitu, iptek saja tidak cukup. Zulkifli kemudian menukil ekonom politik Francis Fukuyama bahwa syarat kedua yang harus dimiliki adalah trust atau kepercayaan sosial. Artinya ada rasa saling mencintai dan menghargai antar sesama rakyat, termasuk antara rakyat dengan pemerintah dan sebaliknya.

"Kalau sekarang bukan saling percaya, tapi saling  lapor polisi, menghujat dan menyakiti," sesal ketua umum PAN itu.

Zulkifli menjelaskan, trust akan lahir jika kebijakan yang diambil pemerintah cocok dengan kepentingan bersama.

"UU atau peraturan harus untuk kepentingan bersama, bukan golongan," tutupnya.

Sementara syarat ketiga adalah nilai-nilai atau values. Dalam hal ini, Zulkifli Hasan menyebut bahwa Indonesia beruntung memiliki Pancasila sebagai ideologi dasar negara.‎

Para pendiri bangsa sudah sepakat bahwa Indonesia itu berbeda-beda sejak 72 silam dan Pancasila adalah pemersatu keberagaman itu.‎ Hal itu tersirat dari penghapusan 7 kata dari Piagam Jakarta menjadi sila pertama Pancasila.

"Kita faktanya memang berbeda dan tidak usah disama-samakan," jelasnya. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya