Berita

Foto/Net

Politik

Dukungan Akar Rumput Hilang, Jika Jokowi Ingkari Janji Ke Perangkat Desa

RABU, 25 OKTOBER 2017 | 11:06 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ribuan perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) dan Putra Jawa Kelahiran Sumatera, Sulawesi dan Maluku (Puja Kessuma) mengaku kecewa dengan Presiden Joko Widodo karena tidak menepati janji mengangkat perangkat desa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), kini Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kami kecewa, Pak Jokowi yang selama ini kami dukung ternyata ingkar janji," kata Ketua Umum Puja Kessuma Suhendra Hadi Kuntono di sela aksi di kawasan Monas, Jakarta Pusat, kemarin (Selasa, 24/10).

Suhendra menjelaskan bahwa ribuan massa yang datang dengan 562 bus dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Bali, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Lampung, dan sejumlah daerah lain itu membubarkan diri setelah pemerintah berjanji akan membahas penyetaraan penghasilan perangkat desa setara dengan ASN golongan IIA dengan Mendagri.


"Artinya, janji akan mem-PNS-kan perangkat desa belum ditepati Pak Jokowi. Ini menjadi utang yang akan terus ditagih," tegas Suhendra.
 
Janji pengangkatan menjadi PNS pernah dilontarkan Jokowi-Jusuf Kalla dalam konferensi pers di Bandung, 3 Juli 2014 atau enam hari menjelang Piplres 2014. Saat itu, keduanya berjanji untuk menyejahterakan desa dengan mengalokasikan dana rata-rata Rp1,4 miliar per desa, dan mengangkat para perangkat desa menjadi PNS.

Menurutnya, jika tidak memenuhi janji, maka Jokowi akan kembali kehilangan dukungan akar rumput, yakni perangkat desa dan Puja Kessuma, setelah para nelayan di sektor maritim mencabut dukungannya.

"Keberadaan perangkat desa sangat strategis, mereka mengurus bayi baru lahir hingga orang meninggal. Mereka bisa menjadi ujung tombak Jokowi dalam meraup dukungan masyarakat," paparnya.

Suhendra meminta Jokowi selaku orang Jawa yang juga seorang presiden, untuk berpegang teguh pada falsafah Jawa, yakni “sabda pandhita ratu tan kena wola-wali” yang artinya, perkataan seorang guru dan pemimpin tak boleh mencla-mencle.

"Kalau sudah berjanji, ya harus ditepati. Kalau meningkari maka ke depan tidak akan dipercaya lagi," papar mantan Ketua Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Indonesia-Vietnam.

“Kami tidak yakin dengan apa yang disampaikan pihak Kemdagri, apalagi Pak Jokowi bukan tipe pemimpin yang suka ingkar janji. Kami akan setia menunggu sampai Pak Jokowi menepati janji, dan ini merupakan bagian dari Nawacita. Jika Pak Jokowi komit, PPDI dan Puja Kessuma juga komit," tegasnya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya