Berita

Yusril/Net

Politik

Yusril: Uji Materi Perppu Ormas Gagal Gara-gara Banyak Yang Cari Panggung

RABU, 25 OKTOBER 2017 | 10:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Mahkamah Konstitusi (MK) terlambat mengambil keputusan tentang uji materi Perppu 2/2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) karena jumlah pemohonan yang terlalu banyak.

Begitu kata Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), yang juga advokat penguji Perppu Ormas atas nama mantan Pengurus HTI, Yusril Ihza Mahendra dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/10).

Menurutnya, permohonan uji materi ini seharusnya cukup dengan satu permohonan saja. Sebab jika satu permohonan dikabulkan, keputusannya berlaku bagi semua.


"Masalahnya, terlalu banyak pihak yang mencari panggung dan mengajukan permohonan sendiri-sendiri, sehingga sidang MK menjadi panjang dan berlarut-larut. Akhirnya didahului DPR, sedang semua pemohon kini tinggal gigit jari," kesal Yusril.

Yusril sudah memprediksi bahwa DPR akan menerima perppu ini sejak jauh hari. Sebab jika divoting, suara fraksi yang pro perppu lebih banyak dari penentangnya.

Menurutnya, pertimbangan DPR sangat politis dan berbeda dengan MK yang menguji perppu semata-mata yuridis-konstitusional.

"PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, PKB dan PPP  adalah partai pendukung Pemerintah Jokowi. Sudah pasti mereka akan menerima perppu. Partai Demokrat yang diperkirakan akan menolak, ternyata akhirnya setuju juga dengan perppu," urainya.

Omas-ormas Islam adalah kelompok yang paling khawatir dengan perppu yang bersifat repressif ini. Namun masalahnya adalah kekuatan politik pro Islam di DPR sangat lemah, apalagi di Pemerintah.

Kata dia, sebagian umat Islam telah terkena proses sekularisasi, sebagiannya lagi bersikap pragmatis dan kehilangan idealisme.

Dengan situasi itu, Pemerintah dan DPR dengan mudah menggunakan kekuasannya untuk menuduh kelompok Islam sebagai kelompok radikal dan intoleran.

"Perpu yang sudah disahkan menjadi UU ini bisa menjadi alat untuk menekan dan membubarkan ormas2 Islam yang berseberangan dengan penguasa. Ini masalah serius bagi umat Islam di negara ini," pungkasnya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya