Berita

Advertorial

Basuki Cek Langsung Perkembangan Pembangunan Bendungan Kuningan dan Cipanas

SENIN, 23 OKTOBER 2017 | 02:48 WIB | LAPORAN:

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengecek langsung perkembangan proyek strategis bidang sumber daya air yang tengah dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, baru-baru ini.

Basuki sengaja datang langsung guna mencari tahu dan mendengar laporan perkembangan proyek

"Apa masih ada kendala di lapangan, jika ada segera dicarikan solusinya,” kata dia usai rapat di Kantor BBWS Cimanuk Cisanggarung.


BBWS Cimanuk Cisanggarung saat ini tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Kuningan dan Cipanas. Proyek ini juga dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan dan air sebagai Nawa Cita Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Bendungan Kuningan dibangun dengan anggaran konstruksi sebesar Rp 464 miliar akan memiliki daya tampung sebesar 25 juta m3," jelas Kepala Balai BBWS Cimanuk Cisanggarung Bob Arthur Lambogia dalam paparannya ke Menteri Basuki.

Menurut dia, Bendungan Kuningan dimanfaatkan sebagai sumber air bagi Daerah Irigasi Cileuweung seluas 1.000 hektar dan Daerah Irigasi Jangkelok seluas 2.000 hektar.

"Di samping itu memberikan manfaat bagi pengendalian banjir, air baku 300 liter/detik dan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 535 KW. Progres fisik bendungan ini sudah mencapai 62 persen dan ditargetkan selesai tahun 2018," jelas Bob.

Sementara untuk progres konstruksi Bendungan Cipanas yang kontrak pembangunannya ditandatangani pada November 2016, saat ini sudah mencapai 7 persen dan ditargetkan selesai tahun 2021. Bendungan ini akan menampung air sebanyak 190 juta m3 dengan biaya pembangunan Rp 1,2 triliun.

"Manfaatnya sebagai sumber air untuk irigasi pertanian di wilayah Sumedang dan Indramayu dengan luas sekitar 8.089 hektar, air baku dan pengendali banjir di wilayah Pantura dan juga penghasil listrik 3 megawatt," sambungnya.

Bob juga menjelaskan, BBWS Cimanuk Cisanggarung tengah membangun Bendung Copong sebagai bagian dari pengembangan daerah irigasi (DI) Leuwigoong di Kabupaten Garut. Progres fisiknya sudah tuntas untuk Bendung dan paket 9A-9B. Sedangkan paket 9C dan 9D baru mencapai 85 persen.

"Lalu pembangunan DI Rengrang di Kabupaten Sumedang yang progres fisiknya telah mencapai 45 persen dimana sebagian lahannya masih dalam tahap pembebasan lahan. Pembangunan DI Rengrag sudah dilakukan sejak 2014 dan diperkirakan rampung 2018."

Tak hanya itu, kata Bob, modernisasi DI Rentang di Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon juga tengah dilakukan. Modernisasi yang dilakukan adalah rehabilitasi pintu atau bangunan ukur elektrikal atau mekanikal. Sampai dengan Oktober ini progresnya sudah mencapai 80 persen.

Kepala Balai BBWS Cimanuk Cisanggarung Bob Arthur Lambogia juga memperlihatkan kepada Menteri Basuki cara kerja teknologi pengganti bronjong sebagai pencegah sedimentasi yang dinamakan teknologi Sistem Urug dengan Perkuatan Wadah (SUPW) Generik.

Teknologi ini akan diterapkan dalam kegiatan pemeliharaan Sungai Babakan, Kabupaten Brebes oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung pada bulan November 2017.

Basuki mengatakan, teknologi yang ada menggunakan panel yang terbuat dari bambu dengan harga satuan Ro 1 juta per m3. Ke depan akan dikembangkan dengan menggunakan panel beton sehingga memiliki dua pilihan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Desain SUPW Generik terdiri dari 8 panel baja yang masing-masing panel diisi oleh bambu, hebel, batu, pipa paralon diisi tanah, hidroponik, batu bata, dan paving blok.

Turut serta dalam Kunker tersebut Dirjen Penyediaan Perumahan Syarif Burhanudin, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasiomal VI Atyanto Busono, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S.Atmawidjaja. [sam]

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya