Berita

Foto/Net

Politik

Rembuk Nasional, Wadah Masyarakat Evaluasi Kinerja Jokowi-JK

MINGGU, 22 OKTOBER 2017 | 19:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pembangunan yang tengah gencar dilakukan Pemerintahan Jokowi-JK tentu membutuhkan pandangan dari masyarakat dan kalangan intektual. Atas alasan itu, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) mengelar Rembuk Nasional 2017.

Ketua Panitia Pelaksana Rembuk Nasional 2017, Firdaus Ali menjelaskan bahwa melalui Rembuk Nasional ini, pemerintah membuka diri dan meminta agar kinerja yang dilakukan dikritisi. Hal tersebut demi memastikan rencana dan program kerja yang disiapkan mampu semaksimal mungkin mencapai target yang direncanakan.  

"Ini juga wujud kesadaran Pemerintahan Jokowi-JK bahwa dinamika pembangunan yang menderu saat ini tetap membutuhkan pandangan-pandangan segar yang korektif, agar guliran pembangunan tetap berada pada rel yang sudah kita sepakati bersama," ujarnya dalam jumpa pers, di Kantor Wantimpres, Jakarta, Minggu (22/10).


Sementara itu Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto menjelaskan bahwa pembangunan yang dilakukan pemerintah harus terus dikontrol, dikritik, dan dikoreksi. Sehingga pembangunan yang dilakukan pemerintah sesuai dengan tujuan menyejahterakan rakyat.

"Karena itu sejak tahun pertama, sudah membuka forum yang dinamakan rembuk nasional sebagai wahana untuk memperoleh masukan, saran, kritik, kontrol dan menjaring gagasan baru atas pembangunan yang dilakukan," jelas Ketua Dewan Pengarah Rembuk Nasional 2017.

Wantimpres telah tiga kali menggelar Rembuk Nasional. Adapun Rembuk Nasional 2017 yang mengangkat tema 'Membangun untuk Kesejahteraan Rakyat' ini berbeda dari dua rembuk sebelumnya. Kali ini, rembuk nasional didahului Rembuk Daerah yang diselenggarakan di 16 Perguruan Tinggi  terpilih di 14 Provinsi. Rembuk melibatkan dunia akademisi, kalangan intelektual, pelaku usaha, lembaga non pemerintah, dan masyarakat terdampak pembangunan seperti petani dan nelayan.

Rembuk Nasional 2017 akan menelaah secara objektif dan partisipatif atas capaian pemerintah yang termaktub dalam Nawacita, hingga aplikasinya dalam RPJMN 2015-2019, serta rencana strategi kementerian, dan lembaga negara. Hasilnya, akan diserahkan secara langsung pada Presiden Joko Widodo pada Senin (23/10). [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya