Berita

Politik

Pembela Kasus Kudatuli Ini Ikut Ramaikan Pilwalkot Bogor

SENIN, 09 OKTOBER 2017 | 14:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kader ideologis PDIP Sugeng Teguh Santoso (STS) ikut mendaftar dalam Pilkada Kota Bogor 2018.

Sekjen Peradi itu mendaftar secagai bakal calon ke partai banteng moncong putih.

"Ya cuma satu, saya (daftar) PDIP saja," ungkap STS seperti diberitakan Kantorberitapemilu.com, Senin (9/10)


Pendafataran tersebut, kata STS, sudah dilakukan sejak bulan Juni lalu.

STS menjelaskan bahwa dirinya sudah menjadi kader PDIP sejak lama. Bahkan, sejak partai besutan Megawati tersebut masih bernama PDI.

Termasuk keterlibatannya sebagai kuasa hukum saat peristiwa Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli) tahun 1996 silam.

Selanjutnya, secara berturut-turut STS menjadi bagian tim penasehat hukum PDI Perjuangan saat Polpres 2004 dan Pilpres 2014.

Terakhir, dia menjadi kuasa hukum Jokowi-JK saat terjadi gugatan dari pihak lawannya di Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam hal ini, gugatan tersebut dimenangkan kubu Jokowi-JK.

"Saya daftar sejak juni 2017. Karena saya kader PDI sejak 1997. Membela kasus Kudatuli 27 Juli 1996," ungkapnya.

Meski demikian, STS menolak disebut sebagai loyalis PDIP. Dirinya memiliki istilah sendiri terkait pilihannya bertahan lama di PDIP.

"Ideologis," ujarnya.

Meski STS mengaku hanya mendaftar di PDIP untuk Pilkada Kota Bogor, namun fakta berkata lain. Pasalnya, STS sempat mendatangi kantor DPC PKB, 2 Oktober lalu.

Saat itu, STS menemui Kang Heri Firdaus selaku Ketua DPC PKB Kota Bogor. Apa kata STS terkait kedatangannya ke kantr DPC PKB Kota Bogor?

"Sambil menanti rekom dari PDI Perjuangan, pastinya saya harus menjalin komunikasi dengan partai lainnya, termasuk PKB," kata Sugeng saat itu.

Menurutnya, PDIP hari ini memiliki delapan kursi di DPRD dan hanya butuh satu kursi lagi untuk mendapatkan tiket Pilwalkot 2018 nanti.

"PKB kan partai pendukung Pemerintah, wajar dong kalau saya menjalin silaturahmi. Siapa tau PKB bisa ikut berjuang bersama PDI-P nanti," urainya.

Ditambahkan Sugeng, dirinya sudah berkomunikasi dengan beberapa Ketua Partai lainnya termasuk dengan PPP, Hanura dan Golkar. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya