Berita

Sawit/net

Nusantara

Massa FSPTI Desak Rini Soemarno Evaluasi Direksi PTPN V Riau

MINGGU, 17 SEPTEMBER 2017 | 01:40 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (FSPTI) Kabupaten Kampar menolak keberadaan vendor atau kontraktor jasa bongkar muat buah kelapa sawit di Perkebunan Kepala Sawit (PKS) PTPN V Riau.

Ketua FSPTI Kabupaten Kampar, Maju Marpaung mengatakan, sebagai bentuk penolakan, massa FSPTI akan menggeruduk kantor Direksi PTPN V di Pekanbaru untuk menuntut pembubaran kontraktor tersebut.

“Kami akan kembali menggelar aksi pada Senin 18 September 2017 di kandir PTPN V. Ini sebagai bentuk aspirasi yang tetap menolak keberadaan kontraktor jasa bongkar muat,” kata Maju Marpaung, di Jakarta, Sabtu (16/9).


Menurutnya, aksi massa FSPTI di kandir PTPN V nanti sudah mendapat izin dari kepolisian. Adapun surat rekomendasi Kapolres Kampar bernomor REK/YAMNIN/111/IX/2017 tertanggal 13 September 2017.

Dia memperkirakan ratusan bahkan ribuan massa dari anggota Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (FSPTI) akan turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Marpaung berharap aksi unjuk rasa penolakan dari massa FSPTI itu nanti dapat menjadi atensi pemerintah pusat, khususnya Menteri BUMN Rini Soemarno.

“Kami ingin pemerintahan di bawah kabinet Jokowi turun tangan dan melakukan evaluasi terhadap pimpinan PTPN V,” tegasnya.

Ditegaskan Marpaung, keberadaan vendor atau kontraktor yang telah bertahun-tahun menguasai kegiatan bongkar muat buah kelapa sawit di pabrik kelapa sawit (PKS) PTPN V tersebut harus segera dibubarkan.

Menurut dia, selain tidak melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja, keberadaan vendor diduga kuat hanya akal-akalan atau modus oknum pejabat perusahaan pelat merah itu untuk memanipulasi dana pengangkutan buah sawit yang dilaporkan kepada negara.

“Keberadaan vendor atau kontraktor hanya tameng untuk mengakali upah pekerja. Aroma KKN-nya sangat kental sekali.” ucapnya.[san]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya