Berita

Pangkalan militer AS di Guam/telegraph

Dunia

Korea Utara Lempar Rudal Lagi Ke Arah Jepang, Guam Dalam Jangkauan

JUMAT, 15 SEPTEMBER 2017 | 17:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Setelah Dewan Keamanan PBB memutuskan sanksi terbaru dan terberat (Senin, 11/9) terhadapnya, Korea Utara melepaskan lagi sebuah rudal balistik ke arah Jepang pada Jumat pagi (15/9).

Rudal tersebut terbang di atas Jepang dan mendarat di Samudera Pasifik, sekitar 2.000 km timur Hokkaido. Demikian Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, kepada wartawan.

Tes rudal balistik Korea Utara yang terakhir pada tanggal 29 Agustus juga terbang di atas Pulau Hokkaido, utara Jepang, sebelum tercebur di Samudra Pasifik.


Peluncuran dilakukan Pyongyang setelah tes bom nuklir keenam pada Minggu 3 September lalu.

Militer Korea Selatan mengatakan, rudal tersebut mencapai ketinggian sekitar 770 Km, menempuh jarak 3.700 Km, sebelum mendarat di laut lepas Hokkaido.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengatakan negaranya akan tidak pernah mentolerir tindakan provokatif berbahaya semacam ini.

Sedangkan Korea Selatan menanggapi tindakan tersebut dalam beberapa menit, dengan menembaki dua rudal balistik dalam sebuah simulasi.

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, mengadakan pertemuan darurat dewan keamanan nasional, di mana dia mengatakan bahwa dialog dengan Korea Utara tidak mungkin terjadi dalam situasi seperti ini.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson, mengecam peluncuran tersebut. Atas permintaan AS dan Jepang, Dewan Keamanan PBB akan bertemu Jumat malam di New York.

Rex Tillerson pun menaruh beban tanggung jawab terbesar untuk merespons secara keras tindakan Korea Utara pada pundak China dan Rusia, mitra ekonomi utama Korea Utara.

"Mereka harus menunjukkan intoleransi mereka terhadap peluncuran rudal sembarangan ini dengan melakukan tindakan langsung mereka sendiri," katanya.

Dia mengatakan, China memasok Korea Utara dengan sejumlah besar minyak, sementara Rusia adalah negara yang memperkerjakan banyak orang Korea Utara.

Dikabarkan Reuters, militer Korea Selatan menyatakan peluncuran tersebut terjadi dari distrik Sunan, Pyongyang, tepat sebelum pukul 07.00 waktu setempat. Sunan adalah kawasan di mana Bandara Internasional Pyongyang berdiri, sekitar 24 Km ke utara dari pusat kota Pyongyang.

Kalangan pengamat mengatakan, rudal tersebut adalah rudal balistik jarak menengah (IRBM) meski pejabat Jepang yakin ada kemungkinan rudal balistik antar benua (ICBM).

Peluncuran terbaru ini membuktikan bahwa Pangkalan Militer AS di Guam, Samudera Pasifik, berada dalam jangkauan serangan Korea Utara.

Guam yang berjarak 3.400 Km dari Pyongyang pernah menjadi sasaran ancaman Korea Utara untuk menanggapi latihan militer besar-besaran Korea Selatan dan Amerika Serikat. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya