Berita

Politik

Tuduhan Ponpes Ibnu Mas'ud Ajarkan Paham Radikal Tak Beralasan

JUMAT, 15 SEPTEMBER 2017 | 00:29 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Tuduhan terhadap Pondok Pesantren Ibnu Mas'ud di Bogor sebagai tempat belajar paham radikalisme sangat tidak tepat.

Karena tidak mungkin pondok pesantren yang muridnya kebanyakan anak-anak kecil diajarkan paham radikalisme.

Demikian disampaikan Direktur Pusat Bantuan Hukum (PBH) Dompet Dhuafa, Evi Risna Yanti dalam jumpa pers di gedung HDI Hive, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/9).


"Saya sudah pernah kesana. Melihat anak-anak yang masih kecil-kecil yang kemudian akan dibubarkan tempat pendidikannya," kata Evi

"Kebanyakan anak-anak usia 5 hingga 9 tahun. Yang berusia diatas 12 tahun sangat jarang belajar di Ponpes Ibnu Mas'ud," imbuhnya.

Evi menjelaskan, mereka yang belajar di pondok pesantren tersebut kebanyakan anak-anak kecil yang lucu-lucu, mungil-mungil, dan kebanyakan anak perempuan. Dalam logika, tidak mungkin anak-anak ini diajarkan paham radikalisme oleh para pendidiknya.

"Saya lihat langsung anak-anak itu sedang menghafal Alquran di sudut tempat tidurnya. Mereka ada yang berkumpul, ada yang sendiri, menghafal Quran. Bukan melakukan tindakan-tindakan lain. Jadi jauh sekali dari apa yang telah digambarkan di luar sana," tegasnya.

Menurut Evi, yang telah diberitakan oleh media bahwa pembakaran umbul-umbul sebagai pembakaran bendera sangat tidak seimbang pada fakta kejadian yang sebenarnya.

"Ketika umbul-umbul diberitakan sebagai bendera, kita keberatan. Karena jelas di dalam undang-undang apa yang dimaksud dengan bendera, dan umbul-umbul itu seperti apa. Jadi ini kita tolak sama sekali," ujarnya.

Dia juga meminta adanya pemisahan antara kasus pembakaran umbul-umbul dengan intimidasi dan pemaksaan untuk pembubaran Pondok Pesantren Ibnu Mas'ud.

'Karena pembakaran umbul-umbul yang dilakukan oleh Supriyadi merupakan tindakan pribadi. Supriyadi ini anak disabilitas, secara fisik tidak sempurna. Dia juga minta prosesnya dipisahkan karena tidak ada hubungannya dengan Ponpes Ibnu Mas'ud," demikian Evi. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya