Berita

Foto: CNN

Dunia

Bocor, Trump Sudah Siapkan Paket Lebih Agresif Untuk Korea Utara

SABTU, 09 SEPTEMBER 2017 | 07:49 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pemerintahan Donald Trump menyiapkan paket kebijakan diplomatik dan militer untuk menekan Korea Utara, termasuk serangan cyber dan operasi pengawasan juga intelijen yang diperkuat.

Demikian NBC News melaporkan berdasar pernyataan pejabat senior Gedung Putih dan Pentagon yang mereka hubungi setelah uji coba nuklir keenam oleh Korea Utara.

AS juga akan mengusulkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mewajibkan pemeriksaan kapal yang datang atau meninggalkan Korea Utara. Inspeksi yang diperluas akan menargetkan kapal-kapal yang mengangkut komponen dan teknologi rudal yang diekspor serta bahan-bahan yang diimpor negara tersebut.


Presiden Trump juga secara serius mempertimbangkan untuk menerapkan sanksi diplomatik terhadap bank-bank China yang melakukan bisnis dengan Pyongyang dan meningkatkan sistem pertahanan rudal di wilayah Semenanjung Korea.

Selain itu, AS tidak mengesampingkan opsi memindahkan senjata nuklir taktis ke Korea Selatan jika Seoul meminta, kata seorang pejabat di Gedung Putih.

Langkah-langkah di atas merupakan bagian dari pendekatan yang lebih agresif terhadap Korea Utara yang sedang dipertimbangkan oleh Trump.

Hal ini dibenarkan hampir selusin pejabat administrasi dan pertahanan serta pihak-pihak lain yang mengetahui strategi tersebut, yang semuanya meminta namanya tidak disebutkan karena sensitivitas masalah tersebut.

Menurut sumber, penasihat keamanan nasional Trump memberikan beberapa pilihan untuk menekan Korea Utara saat makan siang di Gedung Putih pada hari Minggu (3/9), beberapa jam setelah tes nuklir terakhir Korea Utara.

Trump sendiri membiarkan kemungkinan tindakan militer terhadap Korea Utara tetap terbuka, walau mengatakan itu tidak akan jadi pilihannya.

"Saya lebih suka tidak pergi ke jalur militer, tapi pasti ada yang bisa terjadi," kata Trump saat konferensi pers di Gedung Putih, Kamis lalu.

Sedangkan Kamis itu juga, Presiden Rusia, Vladimir Putin, memberi peringatan kepada Amerika Serikat agar tidak terus meningkatkan tekanan kepada Korea Utara karena upaya itu akan berujung sia-sia.

Adalah kontraproduktif untuk mengembangkan histeria militer ini. Ini tidak mengarah ke mana-mana," kata Putin, dalam sebuah sesi Forum Ekonomi Timur, di Vladivostok, Rusia.

Putin juga percaya Pyongyang tidak akan mengakhiri program nuklir dan misil mereka karena menganggapnya sebagai satu-satunya cara untuk membela diri.

"Tidak mungkin untuk menakut-nakuti mereka (Korea Utara)," tegas Putin. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya