Berita

Foto: RMOL

Politik

Jokowi Diminta Kirim Pasukan Garuda Ke Myanmar

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2017 | 22:09 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Pengurus Pusat Pemuda Persatuan Ummat Islam (PUI) meminta Presiden Jokowi tegas untuk menekan negara-negara ASEAN dan OKI agar memutuskan hubungan diplomatik sebagai respon atas kejahatan HAM Myanmar terhadap etnis Rohingya.

"Lebih perlu Presiden Jokowi mengirim pasukan garuda untuk menciptakan keamanan dan perdamaian di Myanmar," kata Ketua Umum PUI, Raizal Arifin, saat berunjuk rasa di depan Kedubes Myanmar, Jumat (8/9).

Menurut dia, upaya diplomasi dari berbagai negara tengah dilakukan untuk menghentikan kejahatan HAM terhadap Rohingya. Bantuan terhadap etnis Rohingya pun terus berdatangan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.


Ditambahkannya, saat ini berbagai negara telah melakukan demonstrasi besar-besaran untuk menekan Myanmar. Mereka mengecam kekejian, hingga pengusiran yang dilakukan para ekstrimis. Namun demikian, Myanmar belum membuka akses bantuan PBB.

Menurut Raizal, sangat memungkinkan bahwa pelanggaran HAM secara brutal terhadap Rohingya akan terus terjadi. Pelanggaran HAM di manapun dan atas nama apa pun bertentangan dengan falsafah kemerdekaan dan demokrasi.

"Manusia bebas hidup merdeka di berbagai belahan bumi tanpa terkecuali. Begitu juga dengan Rohingya yang mayoritas muslim," tegas Raizal.

Dia menjelaskan, etnis Rohingya ini sudah ada sejak abad ke 7 masehi. Namun, sejak 1982 mereka tidak diakui keberadaannya, baik oleh pemerintah maupun umat Budha yang mayoritas. "Duka nestapa mereka seolah tiada akhir. Mencari suaka dengan menyebrang lautan serta batas lintas negara. Tujuannya adalah mencari kemerdekaan dan identitas kewarganegaraannya."

Atas dasar menjunjung tinggi HAM dan solidaritas kemanusiaan, lanjut Raizal, Pengurus Pusat Pemuda PUI secara tegas meminta Dubes Myanmar untuk pergi meninggalkan Indonesia jika krisis kemanusiaan dan genosida terhadap Rohingya tidak segera dihentikan.

"Indonesia adalah negara yang sangat menjunjung tinggi perdamaian dan menolak segala bentuk pendiaman kejahatan dan pelanggaran HAM," tegas Raizal. [sam]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Prabowo Ingin Tunjukkan RI Bukan Objek Perebutan Pengaruh Global

Senin, 01 Juni 2026 | 04:03

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

Delapan Gudang Kendaraan Bodong di Deli Serdang Digerebek, 135 Motor Disita

Senin, 01 Juni 2026 | 03:29

Kampung Rambutan Dipadati Penumpang Arus Balik Iduladha

Senin, 01 Juni 2026 | 03:19

Herdinata Tega Bunuh Temannya Gegara Handphone Diambil

Senin, 01 Juni 2026 | 03:09

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Diplomasi Pertahanan Indonesia Lebih Antisipatif terhadap Ancaman Global

Senin, 01 Juni 2026 | 02:25

Agustus 1945: Ketika Jakarta Kota Tanpa Tuan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:14

Cegah Penyimpangan Seks, Yayasan Humaniora Nikahkan Pasangan Pemulung

Senin, 01 Juni 2026 | 01:47

46 Persen Anggota DPR Fraksi Gerindra Tak Patuh Lapor LHKPN

Senin, 01 Juni 2026 | 01:29

Selengkapnya