Berita

Nasaruddin Umar/Net

Pancasila & Nasionalisme Indonesia (39)

Mendalami Ketuhanan YME: Perspektif Agama Kristen

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2017 | 09:22 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

DOKTRIN Trinitas atau Tritunggal dalam agama Kristen sama sekali tidak ber­benturan dengan Ketuhanan YME. Doktrin Trinitas meng­gambarkan Satu Tuhan da­lam tiga pribadi (one God in three Divine Personsthree), yaitu Bapa, Anak (Yesus Kris­tus), dan Roh Kudus. Tiga konsubstansi tersebut dapat dibedakan, namun tetap merupakan satu substansi. Doktrin Trini­tas tidak secara eksplisit dalam Kitab Suci tetapi Kitab Suci memberikan kesaksian tentang kegia­tan suatu pribadi yang hanya dapat dipahami dari segi Trinitaris. Tidak heran jika doktrin ini memi­liki bentuk pembenarannya lebih luas pada akhir abad ke-4. Dalam Konsili Lateran IV dijelaskan: "Allah yang memperanakkan, Anak yang diper­anakkan, dan Roh Kudus yang dihembuskan". Meskipun memiliki "tiga pribadi" tetapi tetap satu.

Logika Doktrin trinitas sesungguhnya bisa di­jelaskan melalui logika Ahadiyah-Wahidiyah da­lam teosofi Islam, Ein Sof-Sefirod dalam Kabba­la Yahudi, Atma-Brahma dalam agama Hindu, Yang-Yin dalam teologi Taoisme. Sesuatu yang berganda atau berbilang tidak mesti harus dipertentangkan dengan konsep keesaan. Kon­sep Asma' al-Husna berjumlah 99 tidak mesti bertentangan dengan keesaan Allah Swt.

Suatu saat seorang muslim mendebat se­orang pendeta dengan mempertanyakan kon­sep keesaan Tuhan dengan kehadiran Bapak, Anak, dan Roh Kudus. Sang pendeta menga­takan, kami masih mending karena hanya tiga. Bagaimana dengan Islam Tuhannya berjumlah 99. Dengan tegas dijawab bahwa 99 nama itu tetap Tuhan Yang Maha Ahad itu. Lalu dijawab, apa bedanya dengan agama kami. Yang tiga itu tetap yang satu itu.


Dalam diskusi lain, seorang murid mengadu ke mursyid (guru spiritual), bagaimana saudara kita yang beragama Kristen mengaku berketuhanan YME tetapi memiliki doktrin Trinitas, atau sau­dara kita yang beragama Hindu memiliki doktrin Trimurti? Sang mursyid menjawab, di situlah ke­lirunya mereka karena membatasi Tuhan hanya tiga, padahal semua yang ada adalah Dia, tidak ada yang ada (maujud) selain Dia. Sang mursy­id mengutip sebuak ayat: Wa lillah al-masyriq wa al-magrib fa ainama tuwallu fa tsamma wajh Al­lah (Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S. al- Baqarah/2:115). Setelah mendengarkan panjang lebar penjelasan mursyid barulah murid itu lega. Akan tetapi kembali bertanya, kalau saudara kita tadi keliru karena hanya membatasi Tuhan han­ya tiga, bagaimana dengan saya yang hanya membatasi Tuhan hanya satu. Sang mursyid menjawab: Sesungguhnya mungkin tidak ada yang salah, termasuk anda, karena yang ban­yak itu ialah yang satu itu dan yang satu itulah yang memiliki wajah yang banyak (al-wahdah fi al-katsrah wa al-katysrah fi al-wahdah/the one in te many and the many in the one).

Bagi umat Kristiani doktrin Trinitas sama sekali tidak mengganggu konsep kemahae­saan Tuhan dan Ketuhanan YME. Hanya orang-orang luar Kristen sering sulit mema­hami Tuhan mempunyai anak, karena dalam benak masyarakat kata "Anak" masih selalui di­hubungkan dengan anak biologis. Padahal da­lam Bahasa Arab kata "Ibn" atau "Son" dalam Bahasa Inggris tidak selamanya berarti anak bi­ologis. Kata "anak" bisa berarti simbol kedeka­tan atau representatif, seperti kata "anak-anak Indonesia di luar negeri" berarti anak-anak yang menampilkan ciri khas dan karakteristik bangsa Indonesia. Seorang anak lebih menciri­kan karakter bapaknya sering diistilahkan "anak bapaknya". Begitu dekatnya hubungan dan banyaknya persamaan sifat dan karakter sese­orang dengan sesuatu sering diistilahkan anak dari sesuatu itu. Persoalan semantik sering kali menjadi faktor penyebab terjadinya perbedaan mendasar, bahkan menjadi sumber konflik.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya