Berita

Mahyudin/Net

Mahyudin Ajak HWK Kaltim Lebih Memahami Pancasila

JUMAT, 25 AGUSTUS 2017 | 07:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Wakil Ketua MPR RI Mahyudin membuka sekaligus menyampaikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada 500 anggota Himpunan Wanita Karya Kalimantan Timur (HWK Kaltim), di Hotel Grand Victoria Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (24/8).

Sosialisasi Empat Pilar MPR kerjasama MPR dengan HWK Kaltim juga dihadiri Syahril Basran (Ketua DPD Partai Golkar Kaltim), Theresia Phililipus (Ketua HWK Kaltim), Ade Maria Ulfa (Ketua HWK Kota Samarinda) dan sebagai narasumber, M. Idris dan H. Wardana (anggota MPR dari Unsur DPD).

Mahyudin tiba di lokasi acara disambut dengan tarian daerah dan dilanjutkan pengalungan bunga oleh ibu-ibu anggota HWK berpakaian adat, dan begitu Mahyudin akan memasuki tempat acara lagi ia disambut sebuah tarian untuk menghormati tamu.


Di depan para peserta, Mahyudin menjelaskan panjang lebar mengenai apa itu Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), apa fungsi dan tugas-tugasnya. Selain memiliki tugas-tugas konstitusional, jelas Mahyudin, MPR sebagai lembaga negara juga mempunyai tugas menyosialisasikan Empat Pilar, sesuai amanat UU Nomor 17/2014 tentang MD3 (MPR, DPR, DPD, dan DPRD)

Kepada anggota HWK, Mahyudin menyampaikan tentang latar belakang Pancasila. Antara lain mengungkapkan bahwa Pancasila adalah nilai atau intisari bangsa Indonesia yang memang sudah ada dari dulu dan tertanam kuat dalam pribadi bangsa Indonesia. Bung Karno lah yang menggali kembali Pancasila hingga muncul ke permukaan, selanjutnya menjadi falsafah bangsa.

Pemahaman yang benar soal agama dan nilai-nilai luhur bangsa seperti Pancasila, kata Mahyudin, sangat penting untuk membentuk kepribadian bangsa Indonesia untuk menjadi baik, bisa memilih mana yang pengaruh baik dan mana yang buruk.

"Maka itu menjadi sangat penting agar setiap anak bangsa mengenal, mencintai kembali serta mengimpelementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena saat ini bangsa kita digempur habis-habisan oleh berbagai kasus dan fenomena negatif yang berpotensi merusak persatuan di Indonesia. Seperti, masih banyak kasus korupsi, radikalisme dan terorisme," papar Mahyudin, mantan Bupati Kutai Timur itu.

Mengapa negara lain begitu khawatir dengan Indonesia, jelas Mahyudin, karena Indonesia dengan jumlah penduduknya 200 juta jiwa lebih, punya sumber daya alam sangat berlimpah dan alam yang baik.

"Anehnya, mengapa kita selalu bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan dasar. Itu masalahnya.  Maka mereka melancarkan perang ideologi dan perang ekonomi. Kalau kita tidak mampu mengatasinya, maka kita akan selalu di bawah negara-negara lain," lanjutnya.

"Saya harap kita harus memiliki kesadaran penuh dari hati untuk lebih memahami Pancasila, demi masa depan bangsa dan negara. Jangan sampai calon pemimpin bangsa rusak oleh pengaruh korupsi, radikalisme dan terorisme," pungkas Mahyudin menambahkan. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya