Berita

Sri Rianti/Net

Olahraga

SEA GAMES 2017

DPR Berharap Prestasi Sri Rianti Segera Diikuti Atlet Lain

SABTU, 19 AGUSTUS 2017 | 06:20 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Raihan medali emas pertama yang d‎iraih Indonesia dari cabang panahan harus jadi pelecut bagi atlet lain untuk menorehkan prestasi serupa di Sea Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Begitu kata Anggota Komisi X DPR RI bidang Pendidikan, Olahraga dan Pariwisata, Puti Guntur Soekarno mengapresiasi keberhasilan Sri Rianti yang mempersembahkan emas pertama Indonesia di nomor compound perorangan putri.

Cucu Bung Karno itu yakin atlet lain juga bisa mempersembahkan emas bagi Indonesia.‎ Kuncinya, lanjut dia, adalah tekad dan keyakinan yang kuat di setiap pertandingan.


"Selamat untuk atlet panahan putri yang berhasil meraih medali emas pertama untuk Indonesia," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (19/8).

Menurut bakal calon gubernur Jawa Barat, Sea Games 2017 merupakan barometer bagi para atlet untuk bisa berlaga maksimal di Asian Games 2018 yang akan di Indonesia.

Sebagai anggota Dewan yang membidangi olahraga, Puti mengaku akan sepenuhnya mendukung perjuangan para atlet Indonesia yang berlaga di Sea Games Kuala Lumpur.

"Kita terus-menerus memberikan support kepada pemeritah dan atlet dalam rangka untuk meningkatkan pembinaan dan prestasi para atlet, apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Sehingga ke depan Indonesia kembali menjadi Macan Asia dalam bidang olahraga," imbuh politikus PDIP ini.

Sri Rianti berhasil meraih medali emas pertama untuk kontingen Indonesia di cabang panahan. Wanita asal Sukabumi ini turun di nomor compound perorangan putri dan mengalahkan wakil Vietnam, Chou Kieu Oanh, di partai final di National Sports Council, Kuala Lumpur, Rabu (16/8).

Di partai puncak srikandi berhijab itu mengalahkan, Chou Kieu Oanh dengan skor 144-142. Sebelumnya, Sri Ranti mengalahkan Dellie Threesyadinda di babak semifinal. Dalam duel satu negara tersebut, Sri menang dengan skor 143-141.‎ [rus]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya