Berita

Kiri ke kanan: Ketua KPK Agus Rahardjo, Ketua Pansus Pelindo II Rieke Diah Pitaloka, Jurubicara KPK Febri Diansyah, Anggota Pansus Pelindo II Daniel Johan

Hukum

Kasus Pelindo II, KPK Akan Bentuk Tim Gabungan

SENIN, 17 JULI 2017 | 18:39 WIB | LAPORAN:

Hari ini, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, menerima kunjungan Pansus Pelindo II dari DPR RI, Senin (17/7).

Pansus yang dipimpin politisi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, itu menyerahkan beberapa hasil penelusuran, termasuk audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap indikasi kerugian negara dari perpanjangan kontrak Jakarta International Container Terminal (JICT).

Dalam hasil investigasi tahap pertama, BPK menemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp 4,08 triliun. Menindaklanjuti hal tersebut, Agus mengungkapkan bahwa KPK akan membentuk tim gabungan bersama BPK dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).


"Segera kami tindak lanjuti dan kami sampaikan, kami akan bentuk tim gabungan. Terdiri dari KPK, BPK dan minta bantuan teman-teman PPATK," kata Agus usai menerima kunjungan Pansus di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (17/7).

Sementara itu, Rieke menyatakan perpanjangan kontrak JICT dan TBK Koja antara pihak Pelindo II dengan PT Hutchison sangat merugikan Indonesia. Rieke mengungkapkan, jika kontrak tidak dilanjutkan, seharusnya JICT dan Koja bisa jadi milik Indonesia pada 2019.  

"Namun diperpanjang pada 2015 dengan nilai kontrak yang lebih rendah dibanding nilai kontrak pertama tahun 99 dan kontraknya berlaku dari 2019 hingga 2039," ujar Rieke usai bertemu pimpinan KPK.

Selain memberikan hasil audit BPK terhadap perpanjangan kontrak JICT, Pansus juga memberikan laporan global bond senilai Rp 20,8 triliun yang terindikasi tanpa perhitungan cukup matang. Itu mengakibatkan Pelindo II sebagai BUMN harus membayar bunga per tahun sebesar Rp 1,2 triliun.

"Sebetulnya uang sebanyak itu bisa digunakan untuk membangun pelabuhan-pelabuhan lain," imbuh Rieke.

Selain itu, terkait persoalan lainnya adalah proyek Kalibaru, Tanjung Priuk, yang anggaran pembangunannya mencapai Rp 11 triliun. Padahal, pembangunan Teluk Lamong yang memiliki kapasitas yang sama dengan Kalibaru hanya memakan Rp 6 triliun.

"Tetapi, intinya, BPK baru pada tahap pertama tentang perpanjangan kontrak JICT," imbuh Rieke. [ald] 

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya