Berita

Axel Mathew/Repro

Hukum

Jeremy Thomas Laporkan Anak Sulungnya Dianiaya Oknum Polisi

SENIN, 17 JULI 2017 | 09:52 WIB | LAPORAN:

Axel Mathew, putra sulung dari artis Jeremy Thomas diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan, Sabtu (15/7) malam.

Pelaku diduga melibatkan beberapa oknum yang mengaku sebagai anggota polisi dari Satuan Narkoba Polres Bandara Soekarno Hatta.

Kuasa Hukum Jeremy, Yanuar Bagus Sasmito membenarkan hal tersebut dan memaparkan kronologi kejadian. Yanuar mengatakan, dugaan penyekapan itu dilakukan di sebuah hotel di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.


Saat itu, Axel masih berada di wilayah Cilandak, sebelum mendapat telepon dari seorang temannya, pukul 19.00 WIB. Lalu, korban diminta datang ke hotel tersebut.
 
Setiba di hotel yang dimaksud, pukul 19.30 WIB, korban langsung diciduk oleh beberapa orang menggunakan baju preman dengan kondisi mulut berbau alkohol.

"Axel sempat berontak dengan melarikan diri karena menyangka mereka adalah preman yang sedang mabuk. Namun berhasil ditangkap, dan ternyata mereka adalah oknum polisi diduga dari Satuan Narkoba Polres Bandara Soetta," terang Yanuar saat dikonfirmasi Senin (17/7) pagi.

Lebih lanjut Yanuar menerangkan, korban sempat disekap selama empat jam hingga pukul 22.30 WIB.

Ketika di dalam kamar, Axel diduga dipaksa untuk mengaku menggunakan dan memiliki narkoba. Korban juga sempat mendapat aksi pemukulan.

Mengetahui kejadian itu, Jeremy didampingi Yanuar melaporkan peristiwa penyekapan ke Mapolda Metro Jaya.

"Akhirnya dilepaskan setelah kita melapor dibantu oleh dari Jatanras Polda Metro Jaya, karena tidak ditemukan bukti narkoba padanya (Axel)," terangnya.

Akibat insiden tersebut, korban mengalamk luka memar di bagian wajah, tangan, kaki dan punggung. "Visum sudah dilakukan di RSCM," tegas Yanuar.

Menurut Yanuar, kasus penyekapan dan penganiayaan oleh diduga oknum polisi dari Polres Bandara Soetta tersebut akan dilaporkan ke Divisi Propam Mabes Polri. "Betul (lapor ke Propam Polri), Mas," pungkasnya.[wid]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya