Berita

Yerusalem/net

Dunia

Serangan Di Kota Tua Yerusalem Tingkatkan Ketegangan

SABTU, 15 JULI 2017 | 06:45 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Polisi Israel melarang salat Jumat  di masjid Al Aqsa, menahan ulama Muslim Yerusalem, setelah tiga warga Palestina dan dua petugas polisi Israel tewas dalam baku tembak di Kota Tua Yerusalem.

Mufti Agung Palestina, Sheikh Mohammad Ahmed Hussein, yang mengecam penutupan masjid tersebut, dibawa ke tahanan dari daerah Bab Al-Asbat setelah memimpin sebuah doa terbuka.

"Polisi Israel menahan ayah saya dengan kekerasan dan membawanya ke tempat tujuan yang tidak diketahui," kata Omar, putranya.


Hussein dikabarkan dibebaskan dengan jaminan 2.800 dolar AS.

Baku tembak terjadi antara orang-orang Palestina dengan pasukan keamanan Israel di dekat Gerbang Singa ke Kota Tua. Tiga penyerang bersenjata dua senapan mesin, sebuah pistol dan pisau, menurut polisi Israel.

Mereka kemudian dikejar sampai ke dalam kompleks masjid Al Aqsa. Di halaman kompleks, pertempuran senjata terjadi antara orang-orang bersenjata itu dan pasukan keamanan Israel.

Setelah serangan, polisi Israel mensterilkan masjid Al Aqsa dan menutupnya untuk umum. Mereka mengidentifikasi penyerang sebagai warga Arab Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mencoba untuk meredakan kekhawatiran umat Muslim, dengan mengatakan bahwa status quo di situs yang dikelola Muslim itu "akan dipertahankan".

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam serangan tersebut dan mengatakan bahwa dia menolak "kekerasan dari pihak manapun, terutama di tempat-tempat suci".

Al Jazeera, melaporkan dari Yerusalem, menyebut bahwa tindakan ini adalah pertama kalinya komplek Al Aqsa ditutup untuk salat Jumat setelah waktu yang cukup lama. Tentu ini berpotensi meningkatkan ketegangan di antara sekitar 10.000 warga Palestina yang biasanya datang ke sana untuk beribadah.

Sheikh Omar Keswani, seorang pejabat agama di Al Aqsa, mengecam penutupan dan pembatalan salat Jumat oleh pihak Israel.

"Melarang salat Jumat adalah prosedur yang tidak adil. Apa yang terjadi sebelumnya dimanfaatkan oleh Israel untuk memaksakan sebuah realitas baru di masjid Al Aqsa,"  kata Keswani kepada Al Jazeera.

Kekecewaan ditunjukkan seorang warga, Haj Khalil Abu Elsheikh, yang melakukan perjalanan sejauh 100 km dari Beer-sheva untuk menghadiri salat Jumat di masjid Al Aqsa.

"Tidak ada agama yang mengizinkan ini. Tidak ada kepercayaan yang menerima ini," ucapnya

Komplek kuno Yerusalem biasa didatangi ribuan orang untuk berdoa di masjid Al Aqsa yang merupakan situs tersuci ketiga umat Islam.

Sedangkan Tembok Barat dari kompleks tersebut, juga dikenal sebagai Tembok Ratapan, dianggap sebagai situs tersuci dalam Yudaisme. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya