Berita

Priyo Budi Santoso/Net

Hukum

Dakwaan Fahd Sebut Priyo Kecipratan Duit Korupsi Alquran

KAMIS, 13 JULI 2017 | 19:53 WIB | LAPORAN:

Bekas Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso disebut ikut menerima aliran dana korupsi proyek pengadaan kitab suci Al Quran di Ditjen Binmas Islam Kementerian Agama tahun 2011-2012 dan pengadaan laboratorium komputer di madrasah tsanawiyah (MTs) di Kementerian Agama tahun 2011-2012.

Dugaan aliran dana ke politisi Golkar itu tertera dalam catatan Fahd El Fouz, terdakwa kasus dugaan suap proyek pengadaan Alquran dan pengadaan laboratorium MTS di Kemenag tahun 2011-2012.

Dalam surat dakwaan Fahd, Priyo disebut menerima fee sebesar 1 persen dari nilai proyek pengadaan laboratorium komputer tahun 2011 sebesar Rp 31,2 miliar.


Kemudian, dalam proyek pengadaan Al Quran tahun 2011, Priyo mendapat jatah sebesar 3,5 persen dangan nilai proyek sebesar Rp 22 miliar.

"Fee dari pekerjaan pengadaan laboratorium komputer Mts tahun anggaran 2011 dengan nilai Rp31,2 miliar yaitu senayan (Zulkarnaen Djabar) sebesar 6 persen, Vasko/Syamsu sebesar 2 persen, kaantor 0,5 persen, PBS (Priyo Budi Santoso) sebesar 1 persen, Fadh sebesar 3,25 persen, Dendy prasetia sebesar 2,25 persen," ujar Jaksa Lie Putra Setiawan saat bacakan dakwaan Fahd di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/7).

Kemunculan nama Priyo dalam kasus ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya dalam persidangan terhadap mantan anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat, Zulkarnaen Djabar, nama Prio disebut ikut menerima fee.

Saat itu, Zulkarnaen mengaku pernah diminta Fahd untuk melobi Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, terkait proyek pengadaan Al Quran.

Namun, saat itu Zulkarnaen menyarankan Fahd agar lebih dulu melobi Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso.

Selain itu, nama Priyo juga pernah muncul dalam rekaman penyadapan, dalam sidang pemeriksaan terdakwa Zulkarnaen Djabar dan putranya, Dendy Prasetya.

Mulanya, terdengar suara Zulkarnaen yang tengah membicarakan anggaran Kemenag dengan Fahd. Di tengah pembicaraan itu, Fahd tiba-tiba menyela dengan sebuah pertanyaan terkait komisi untuk Prio dan dijawab dengan tegas oleh Zulkarnain.

Dalam kasus ini, Fahd didakwa bersama-sama dengan anggota Badan Anggaran DPR Zulkarnaen Djabar dan anaknya, Dendy Prasetia Zulkarnaen Putra.

Ketiganya menerima suap sebesar Rp 14,3 miliar karena telah menjadikan PT Batu Karya Mas sebagai pemenang dalam pekerjaan pengadaan laboratorium komputer.

Kemudian, menjadikan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia sebagai pemenang dalam pekerjaan pengadaan kitab sucil Al Quran tahun 2011. Selain itu, memenangkan PT Sinergi Pustaka Indonesia sebagai pemenang dalam pekerjaan pengadaan Al Quran tahun 2012.

Dalam surat dakwaan, Jaksa KPK menjelaskan bahwa Fahd dijanjikan imbalan yang besarnya disesuaikan dengan nilai proyek, apabila ia bersedia menjadi broker atau perantara proyek.

"Mengenai perhitungan fee, telah dicatat oleh terdakwa pada secarik kertas," ujar Jaksa Lie seusai persidangan. [sam]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya