Berita

Hukum

Buwas: Narkotika Jadi Alat Proxy War, BNN Punya Strategi

KAMIS, 13 JULI 2017 | 17:15 WIB | LAPORAN:

Narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang kerap dijadikan alat perang tanpa bentuk atau Proxy War.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso, di peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2017, di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Kamis (13/7).

"Narkoltika ini sudah mengancam dunia dan bisa digunakan sebagai salah satu senjata dalam Proxy War untuk melumpuhkan kekuatan bangsa," ujar perwira tinggi polisi yang biasa disapa Buwas itu di depan ribuan undangan.


Lanjutnya, kejahatan tersebut harus diberantas dan ditangani secara komprehensif. Karena itu, BNN menyiapkan strategi khusus.

"Antara lain lewat strategi demand reduction dan supply reduction," tutur mantan Kabareskrim Polri itu.

Artinya, terang Buwas, pertama-tama menekankan tindakan preventif guna memberi kekebalan kepada masyarakat. Tujuannya, agar masyarakat kebal terhadap penyalahgunaan narkotika.

"Untuk strategi supply reduction, difokuskan pada penegakan hukum yang tegas dan terukur agar sindikat narkotika jera," jelas alumnus Akpol 1984 itu.

Indonesia, kata Buwas, merupakan negara yang menjadi salah satu sasaran terbesar peredaran gelap narkotika. Termasuk, pembuatan prekursor alias bahan kimia narkotika yang dikendalikan jaringan nasional atau internasional. Sudah sewajarnya jika pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas dalam menghadapi bentuk perang modern tersebut.

"Tindakan tegas ini, mendorong BNN sebagai lembaga negara yang bertugas melaksanakan bidang Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba atau P4GN, untuk lebih agresif dalam menangani narkotika di Indonesia," pungkas mantan Kapolda Gorontalo tersebut.

Peringatan HANI 2017 mengusung tema, LISTEN FIRST : Listening to children and youth is the first step to help them grow healthy and safe. Tema ini berarti, mendengarkan suara hati anak-anak dan generasi muda merupakan langkah awal untuk membantu mereka tumbuh sehat dan aman dari penyalahgunaan narkotika. [ald]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya