Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Mahasiswa Minta Pansus Ungkap Dugaan Intervensi Pimpinan KPK Ke BPK

SELASA, 11 JULI 2017 | 21:42 WIB | LAPORAN:

Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Indonesia Pemantau Parlemen (HIMI-PP), mendatangi Pansus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka meminta pansus terbuka kepada publik terkait hasil penyelidikan terhadap KPK.

Perwakilan mahasiswa ini, diterima oleh Wakil Ketua Pansus KPK Taufiqulhadi.

Mereka mengaku beberapa bulan ini telah melakukan berbagai diskusi dan kajian kajian terhadap sejumlah isu nasional di berbagai media masa yang menjadi sorotan publik, salah satunya terkait polemik Hak Angket DPR untuk KPK.


Dari hasil kajian tersebut lanjut dia, ada beberapa pernyataan yang perlu di tindak lanjuti oleh Pansus Hak Angket DPR untuk KPK, agar Rakyat Indonesia khususnya para Mahasiswa mendapatkan informasi yang utuh, transparan dan akuntabel.

Mahasiswa meminta pansus untuk mengungkap dan memberikan informasi sebagai wujud transparansi kepada masyarakat. Seperti infomasi hasil rapat Komisi III DPR dengan KPK tanggal 19 April yang mengungkap dugaan intervensi pimpinan KPK kepada pimpinan BPK RI, dengan meminta BPK untuk tidak mengungkap hasil temuan penyelewengan penggunaan anggaran KPK melalui pesan singkat (WhatsApp).

"Kami baca di beberapa media, Ketua KPK Agus Raharjo sendiri menjawab tidak benar kalau yang dimaksud (mengirimkan WA) pimpinan KPK sekarang. Menurut kami, informasi tersebut menjadi simpang siur sehingga perlu didalami oleh pansus sebagai wujud informasi yang transparan dan akuntabel," kata Koordinator Kajian HIMI PP, A Firmansyah di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (11/7).

Dalam Kajian dan diskusi mengenai Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN, HIMI - PP meminta seluruh LHKPN pejabat negara termasuk pimpinan KPK dibuka ke publik. Jangan sampai ada LHPKN fiktif yang tidak diketahui publik.

"Pansus bisa meminta bantuan BPK untuk mengkroscek ke akuratan LHKPN para penyelenggara negara termasuk Pimpinan KPK, saat menjabat pada posisi sekarang atau sebelumnya," lanjut Firmansyah.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus KPK Taufiqulhadi memastikan akan membahas kajian dari para mahasiswa, terutama mengenai dugaan intervensi melalui WA dan LHKP fiktif.

"Tentu kami akan tindak lanjuti kajian dari para Mahasiswa ini, dan kita segera berkoordinasi dengan BPK," tegasnya. [sam]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya