Berita

Foto/Net

Hukum

Kondisi Stabil, Namun Hermasnyah Belum Bisa Dimintai Keterangan

SELASA, 11 JULI 2017 | 10:53 WIB | LAPORAN:

. Kondisi Hermansyah terpantau stabil dan sudah bisa diajak bicara. Namun, pihak kepolisian belum dapat memastikan kapan akan memeriksa korban penusukan dan pembacokan tersebut.

"Nanti (diperiksa). Kalau sudah sehat jasmani dan rohani. Lukanya di atas kuping dan di atas leher," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selaa (11/7).

Saat ini, korban masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Sebelumnya, pakar IT Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, sempat dirawat di RS Hermina Depok akibat luka berat yang dialaminya.


"Masih dalam perawatan medis. Tindakan kedokteran kita utamakan demi keselamatan yang bersangkutan," ungkap Argo yang sempat membesuk korban, Senin siang.

Meski demikian, Argo membantah jika pemindahan korban ke RSPAD atas dasar keamanan. Menurutnya, pemindahan tersebut atas dasar kebutuhan fasilitas rumah sakit yang lebih lengkap.

"Artinya di RSPAD kan lebih lengkap. Kan tidak masalah, sama-sama rumah sakit. Artinya yang terpenting adalah keselamatan dari korban," kata Argo diplomatis.

Hermansyah merupakan saksi meringankan yang sempat menyebut kasus chat mesum Habib Rizieq adalah hoax. Pakar IT ITB itu diduga diserang sekelompok orang tak dikenal saat tengah melintas di Tol Jagorawi Km 6, Minggu dinihari (9/7).

Saat itu, korban yang berkendara dengan istrinya diduga diserempet kendaraan lain saat perjalanan pulang dari Cijantung, Jakarta Timur menuju Depok Jawa Barat.

Tidak terima diserempet, korban sempat mengejar mobil pelaku dan menghentikannya. Nahas, muncul mobil lain dari arah belakang yang diduga rekan pelaku. Insiden berdarah pun tak terhindarkan saat pelaku melakukan aksi kekerasan terhadap korban dengan senjata tajam. Hingga kini, kasusnya masih dalam penyelidikan polisi. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya