Berita

Net

Hukum

Rekrutmen Hakim Jangan Jadi Proyek

SELASA, 11 JULI 2017 | 01:16 WIB | LAPORAN:

Mahkamah Agung akan melakukan rekrutmen hakim sebanyak 1.684 orang mulai Juli ini.

Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo mewanti-wanti agar proses rekrutmen hakim tidak dijadikan proyek atau membangun kelompok kekuatan di dunia peradilan.

"Rekrutmen komunitas hakim baru harus dikaitkan dengan keinginan bersama memperbaiki citra korps hakim dan citra lembaga peradilan. Rekrutmen itu harus menjadi bagian tak terpisah dari upaya memperbaiki citra dunia peradilan," ujarnya di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (10/7).


Bambang dapat memahami rekrutmen hakim sebanyak itu. Pasalnya, Indonesia memang kekurangan tenaga hakim. Rekrutmen hakim terakhir kali dilakukan pada 2010. Banyak daerah mengalami kekurangan tenaga hakim. Banyak pengadilan di daerah hanya diperkuat tiga hakim. Padahal, minimal harus enam hakim untuk mengantisipasi penanganan perkara PK (Peninjauan Kembali). Sebab, majelis hakim yang sama tidak boleh memeriksa perkara berstatus PK.

Namun, dalam konteks supremasi hukum dan peran signifikan dunia peradilan, persoalan yang dihadapi negara ini tidak semata-mata kurangnya tenaga hakim. Korps hakim dan praktik pengadilan sudah dicemarkan oleh tidakan tidak terpuji puluhan oknum hakim. Dakwaan, tuntutan, hingga vonis pengadilan bisa dinegosiasikan.

"Bahkan, MA sebagai benteng terakhir bagi pencari keadilan pun sudah berlumur noda," katanya.

Tahun 2015, MA menjatuhkan sanksi etik kepada 118 hakim, baik berupa sanksi berat, sedang, maupun ringan. Selain itu, empat hakim Ad hoc Tindak Pidana Korupsi juga dijatuhi hukuman. MA juga menjatuhkan sanksi bagi 144 staf pengadilan. Kemudian, Komisi Yudisial juga terus kebanjiran laporan masyarakat tentang hakim nakal. Pada 2015, KY menerima 1.491 laporan. Sepanjang 2016, publik melaporkan 1.095 kasus tentang hakim nakal ke KY.

Berangkat dari fakta tersebut, rekrutmen 1.684 hakim baru tidak boleh asal-asalan. Rekrutmen hakim baru harus menjadi bagian tak terpisah dari upaya memulihkan citra korps hakim dan citra dunia peradilan.

"Jangan dilupakan juga bahwa pemerintah sedang mengupayakan percepatan program reformasi hukum. Dalam konteks itu, korps hakim harus berperan signifikan. Sebagai pelaksana seleksi dan rekrutmen hakim baru, MA harus mau mendengarkan masukan dari pihak lain," jelas Bambang.

Dalam rekrutmen nanti, MA juga tidak perlu terburu-buru. MA harus mengutamakan aspek prudent atau kehati-hatian. MA juga tidak boleh menyederhanakan persoalan. Soalnya, yang dicari adalah sosok manusia berintegritas, bukan sekadar barang kualitas tinggi. Mencari sosok manusia dengan integritas teruji bukan pekerjaan gampang. Apalagi untuk mencari hakim baru dengan jumlah sebanyak itu.

"Aspek kehati-hatian ini menjadi sangat penting. Kalau MA tidak peduli dengan aspek kehati-hatian dan profesionalisme, akan muncul anggapan bahwa target merekrut 1.684 hakim baru hanya dijadikan proyek oleh panitia seleksi. Bisa juga muncul anggapan, oknum-oknum di MA ingin membangun kekuatan kelompok untuk mengontrol dan mengendalikan para hakim di seluruh Indonesia," tandas Bambang. [wah] 

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya