Berita

OTT Gubernur Bengkulu/RMOL

Hukum

Total Kekayaan Gubernur Bengkulu Capai Rp 10 Miliar

SELASA, 20 JUNI 2017 | 19:34 WIB | LAPORAN:

Gubernur Bengkulu periode 2015-2020, Ridwan Mukti yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tercatat memiliki kekayan hingga 10 miliar.

Angka itu terekam pada situs resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, acch.kpk.go.id‎.  Dalam laman tersebut tercatat Ridwan terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Juli 2015.

Ridwan memiliki harta tidak bergerak senilai Rp 5.762.566.000. Harta tersebut terdiri dari tanah dan bangunan yang tersebar di Bengkulu, Jakarta Selatan, Bekasi dan Sleman.  


Sedangkan harta bergerak milik Ketua DPD Golkar Bengkulu itu terdiri dari kendaraan pribadi, peternakan hingga logam mulia.

Alat transportasi itu terdiri dari BMW 5201 keluaran tahun 2003 dan Toyota Alphard keluaran tahun 2011 yang turut diamanakan KPK pada OTT pagi tadi. Total harta kekayaan transportasi Ridwan Rp 1.275.000.000.

Dalam peternakannya Ridwan juga memiliki 50 sapi di dalamnya. Peternakan ini tercatat senilai Rp 75.000.000. Selain itu, Ridwan juga memiliki harta kekayaan pada ligam mulia dan sejumlah barang antik yang bernilai hingga Rp 510.000.000.

Terkahir dalam dalam tabungan gironya Ridwan mengantongi uang senilai Rp 2.702.264.363, sehingga total seluruh kekayaan Ridwan per 1 Juli 2015 mencapai Rp 10.324.830.363‎.

Ridwan Mukti terjaring operasi tangkap tangan KPK di Bengkulu, pagi tadi. Siang harinya dibawa ke Gedung KPK bersama istrinya, Lili Madarati, Bendahara DPD Partai Golkar Bengkulu, Rico Diansari dan dua orang swasta lainnya.

Ridwan diduga terlibat dalam kasus dugaan suap proyek hotmix di provinsi Bengkulu.[san]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya