Berita

Anies Baswedan-Prabowo Subianto-Sandiaga Uno/net

Politik

Anies-Sandi Diultimatum Aktivis Jakarta

SELASA, 06 JUNI 2017 | 18:24 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Selaku pemenang Pilkada DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno diingatkan untuk setia pada janji-janjinya kepada masyarakat ibu kota.

Meski baru dilantik pada Oktober mendatang, ultimatum sudah disampaikan sejumlah aktivis kepada pasangan yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

"Kami berharap program-program yang dijanjikan pada masa kampanye lalu bisa segera direalisasikan. Karena itu, kami akan terus mengawal program-program Anies-Sandi. Apakah nanti sesuai dengan yang dijanjikan atau tidak," kata M Syaiful Jihad, selaku penanggungjawab acara #KawalBersama bertajuk "Temu Aktivis Jakarta dengan Anies/Sandi", di bilangan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/6).
 

 
Pada masa kampanye Pilkada DKI lalu, Anies-Sandi mengumbar berbagai janji, mulai dari program baru hingga penghentian sejumlah kebijakan calon incumbent yang menuai kontroversi.

"Setelah pesta demokrasi usai, sekarang waktunya publik mengawal janji-janji tersebut agar tidak diingkari duet pemimpin baru," ujar Syaiful, dikutip RMOL Jakarta.

Janji Anies-Sandi yang paling sering dibicarakan publik adalah program rumah rakyat dengan DP (down payment) nol rupiah. Program itu selalu digaungkan pasangan Anies-Sandi di setiap titik kampanye Pilkada Jakarta. Skema program ini, masyarakat yang ingin membeli rumah diminta menabung selama 6 bulan di bank milik Pemda Jakarta, Bank DKI. Kemudian, hasil menabung selama 6 bulan menjadi pengganti DP yang nilainya mencapai 10 persen dari harga rumah.

Berikutnya program transportasi terintegrasi dengan biaya serba Rp 5000. Anies-Sandi juga berjanji untuk menyediakan transportasi umum gratis untuk warga miskin, lansia, guru, PNS, anak sekolah, dan warga tidak mampu pemegang KJP dan KJS.

Selain itu program OK OCE (One Kecamatan One Center for Enterpreneur), serta KJP Plus, KJS Plus dan menghentikan reklamasi. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

PLN Gercep Pulihkan Listrik Pascagempa NTT: Bukti Negara Hadir

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:26

Peduli NTT, Pemkab Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:15

Tunda Agenda Internal, PDIP Fokus Bantu Korban Gempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:00

Ketika Emak-emak Mengamuk di Depan Kepala BGN

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:50

HUT RI Momentum Bangkit Bersama di Tengah Duka Gempa

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:49

Operasional Pelabuhan Marina Disetop Pangkas Pendapatan Daerah Rp11 Miliar

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:33

PKS Yakin Rakyat Aceh Konsisten Bersama NKRI

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:30

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Bisa Dipakai via QRIS

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:27

Bitcoin Menguat Terimbas Sentimen Positif Pasar Kripto Global

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:19

HUT Ke-81 RI Diwarnai Duka Gempa NTT: Ada Kesedihan di Tengah Perayaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:17

Selengkapnya