Berita

Foto/Net

Penyair Dan KPK Sampaikan Memo Di Perpustakaan MPR

RABU, 10 MEI 2017 | 01:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ratusan penyair dari berbagai pelosok di Indonesia bersama dengan elemen KPK yang diwakili Nanang Farid Syam, penasihat Wadah Pegawai KPK, berkunjung ke gedung MPR, Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (9/5). Mereka diterima oleh Anggota MPR dari Kelompok DPD, Asri Anas.

Di hadapan tamunya, Asri Anas menegaskan kasus korupsi tidak boleh dipandang parsial. Gerakan rakyat yang mengawasi prilaku pengguna anggaran patut terus diberi ruang.

Asri Anas menambahkan kedatangan penyair bersama KPK ke Perpustakaan MPR sangat tepat karena dasar awal pendirian KPK adalah berdasarkan Ketetapan MPR Nomor VIII Tahun 2001.


Dalam pertemuan itu Asri Anas memuji Sekretaris Jenderal MPR yang telah menyediakan Perpustakaan MPR tidak hanya sebagai pusat literasi legislatif tetapi juga sebagai ruang publik yang menerima dan menampung segala aspirasi dan partisipasi khalayak dengan cara baru yang klise tetapi cerdas dan intelektual.

Terkait dengan disahkannya UU Perbukuan dan Memajukan Kebudayaan pengungkapan demonstrasi melalui kata, juga merupakan salah satu upaya nyata memajukan kebudayaan nasional.

Ratusan penyair itu menyatakan dirinya melakukan demonstrasi dengan kata-kata untuk mengkritisi kinerja para wakil rakyat, menyuarakan pikiran dan perasaan mereka yang sangat prihatin dengan kinerja wakil rakyat yang masih belum maksimal.

Para penyair menyebut gerakannya sebagai Memo Penyair yakni komunitas penulis puisi yang peduli terhadap persoalan-persoalan krusial di tengah kehidupan masyarakat Indonesia. Kepedulian itu diwujudkan secara konkret dalam penerbitan buku puisi bersama serta mewacanakannya lebih lanjut lewat launching buku tersebut di berbagai kota.

Melalui jalan kebudayaan yakni puisi, komunitas ini mencoba berperan aktif untuk mengambil bagian dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara ke arah yang lebih baik serta berkeadilan.

Dalam setiap aktivitasnya, Memo Penyair menerapkan azas kemandirian yang ditopang oleh karakter gotong royong para anggotanya serta mengedepankan laku transparansi pada setiap proses pengelolaan kegiatannya.

Sejak Oktober 2014 komunitas ini telah menerbitkan Antologi Puisi "Memo untuk Presiden" (melibatkan 196 penyair, Penerbit Forum Sastra Surakarta, Mei 2013), Antologi Puisi "Memo untuk Wakil Rakyat" (melibatkan 134 penyair, Penerbit Forum Sastra Surakarta, Nopember 2015), Antologi Puisi "Memo Antiterorisme" (melibatkan 250 penyair, Penerbit Forum Sastra Surakarta, April 2016), dan Antologi Puisi "Memo Antikekerasan Terhadap Anak" (melibatkan 194 penyair, Penerbit Forum Sastra Surakarta, September 2016).

Sejak November 2014 komunitas ini juga melakukan launching buku di berbagai wilayah di Indonesia dalam wujud pembacaan puisi, pentas seni, seminar, diskusi, orasi, lomba baca puisi, lomba cipta puisi dan lain-lain.

Acara kali ini dimotori oleh tokoh penyair senior yang mendeklarasikan dirinya sebagai penyair yang menulis Puisi Menolak Korupsi, Aloysius Slamet Widodo. Dia menyebut kecintaan pada tanah air membuat dirinya termotivasi melakukan hal ini.

"Kecintaan pada keutuhan NKRI harus diikuti dengan perasaan ikut memiliki oleh seluruh rakyat sehingga dengan sukarela mengawasi kinerja wakilnya agar sesuai dengan harapan bangsa," ungkapnya. [rus]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Video Viral, Netanyahu Menyerah dan Flotilla Bebas

Senin, 25 Mei 2026 | 01:57

Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merek Tertentu per 1 Juni 2026 Hoax!

Senin, 25 Mei 2026 | 01:40

Euforia Bobotoh

Senin, 25 Mei 2026 | 01:20

Sugiono Dianggap Berhasil Terjemahkan Kerja Nyata Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 | 00:59

Ini Tujuh Saran untuk Prabowo Realisasikan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 25 Mei 2026 | 00:40

Gubernur Lemhannas Minta Keberadaan BoP Dikaji Ulang

Senin, 25 Mei 2026 | 00:18

Edukasi Keuangan Bantu Mahasiswa Kelola Kantong Secara Sehat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:58

Golkar Jadikan MDI Instrumen Sosialisasi Program Prabowo ke Umat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40

Prabowo Singgung Reshuffle Zulhas, PAN Terancam Tidak Digandeng Gerindra di 2029

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:19

Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kerakyatan: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 | 22:43

Selengkapnya