Berita

Hukum

Umat Islam Cecar Alasan Menghentikan Di Tengah Jalan, Polisi Bungkam

JUMAT, 05 MEI 2017 | 10:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sebuah video berdurasi 2 menit 51 detik beredar di grup-grup aplikasi WhatsApp.

Video singkat itu menggambarkan massa umat Islam yang bereaksi karena ditahan oleh pihak Kepolisian tidak boleh melanjutkan perjalanan.

Kejadiannya malam atau dini hari di pinggir jalan depan ruko-ruko. Tidak jelas dimana posisinya. Tapi di awal video ini seperti terdengar kata Cirebon.


"Cirebon ini ya," kata seorang anggota polisi.

Massa kemudian mencecar petugas polisi yang menjegat tersebut alasan mereka ditahan.

"Kami hanya minta penjelasan kenapa kami ditahan," begitu terdengar suara.

Mereka semakin kesal karena aparat tersebut tak mau menjelaskan.

"Silakan ngomong Pak. Kenapa kami ditahan. Sekarang bapak menahan kami mestinya bisa menjelaskan. Itu yang dari tadi kami minta. Nanti-nanti aja gimana," timpal yang lain lain lagi.

"Benar-benar polisi ini tidak melindungi rakyat. Benar-benar Polri ini mendukung Ahok," cecar yang lain.

"Bapak ini kan petugas. Tidak usah nunggu nanti pimpinan. Orang yang menghentikan Bapak."

"Kalau mau ditahan, pakai surat penahanan. Resmi lah," sergah yang lain lagi.

Petugas polisi tersebut lalu terlihat pergi sambil menelpon. Hal ini membuat massa semakin bersuara keras.
 
"Tolong yang bisa menjelaskan, ke sini polisinya. Jelaskan."

Saat dia menyatakan demikian Video menunjukkan gambar dua polisi yang sedang duduk di depan ruko. Tapi tak ada juga yang menjawab.

Mereka terus mengungkapkan kekesalan.

"Ini hak asasi manusia yang dikerangkeng sama polisi. Kenapa tidak berpihak kepada rakyat. Katanya mengayomi, katanya melindungi. Mana buktinya."

"Melayani sepenuh hati seperti ini bagi polisi ya. Ditanya tidak mau menjawab," sindir yang lain.

Tak jelas kapan video tersebut diambil. Kuat dugaan, mereka akan ke Jakarta untuk mengikuti Aksi Simpatik 55 hari ini. [zul]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya