Fenomena pengiriman karangan bunga yang marak belakangan ini dinilai tidak lebih dari sebuah pemborosan.
Prilaku ini tidak sesuai dengan semangat butir-butir Pancasila yang mengamanatkan untuk hidup hemat. Apalagi tren ini terjadi di tengah kondisi masih banyak anak bangsa yang belum mendapatkan kesejahteraan.
Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) Bastian P. Simanjuntak mengatakan penyampaian aspirasi melalui papan bunga merupakan bentuk kesombongan kalangan menengah ke atas, seolah mereka tidak membuka mata dan tidak memiliki hati. Mereka lupa masih banyak masyarakat kota yang pra-sejahtera.
"Harga papan bunga Rp 500 ribu hingga jutaan itu seharusnya lebih bermanfaat digunakan untuk membantu mereka yang pra-sejahtera," ungkap Bastian, Jumat (5/5).
Menurutnya, para pengirim bunga seperti tidak memiliki empati atas sulitnya masyarakat pra-sejahtera mendapatkan uang Rp 50 ribu per hari, mereka seolah ingin menunjukkan kesombongan yang terorganisir, massif dan terencana.
"Bila ingin sampaikan aspirasi harusnya melalui lembaga yang sudah ada, bisa pula melalui media massa; online, cetak, elektronik," lanjut Bastian.
Untuk itu pihaknya mendesak pihak berwajib menginvestigasi siapa di balik semua ini. "Kita meyakini ada yang menjadi inisiator penggalangan papan bunga dengan tujuan menyampaikan aspirasi. Menurut kami selain sombong, para pengirim papan bunga merupakan kelompok orang yang tak paham aturan negara," imbuhnya.
Ditambahkan Bastian, GEPRINDO mengajak semua pihak untuk menghitung total pengeluaran untuk papan bunga serta apa manfaatnya. Belasan bahkan puluhan juta yang terbuang sia-sia itu harusnya bisa dimanfaatkan untuk hal berguna. Uang tersebut harusnya bisa digunakan untuk korban bencana alam, kebakaran, fakir miskin, serta anak putus sekolah maupun kegiatan sosial lainnya.
"GEPRINDO menghimbau para pengirim bunga untuk berhenti menunjukkan kesombongan, pemborosan serta prilaku yang tidak bercermin pada semangat Pancasila dan UUD 45," tukasnya.
Tren karangan bunga menular dari Balikota Jakarta ke Mabes Polri dan Istana. Karangan bunga ini mengungkapkan dukungan, aspirasi dan ungkapan rasa hati. Di Balaikota, karangan bunga untuk Ahok-Djarot tembus 5 ribu buah.
[rus]