Berita

Foto/Net

Nusantara

Tren Karangan Bunga Bentuk Kesombongan Kalangan Menengah Ke Atas

JUMAT, 05 MEI 2017 | 07:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Fenomena pengiriman karangan bunga yang marak belakangan ini dinilai tidak lebih dari sebuah pemborosan.

Prilaku ini tidak sesuai dengan semangat butir-butir Pancasila yang mengamanatkan untuk hidup hemat. Apalagi tren ini terjadi di tengah kondisi masih banyak anak bangsa yang belum mendapatkan kesejahteraan.

Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) Bastian P. Simanjuntak mengatakan penyampaian aspirasi melalui papan bunga merupakan bentuk kesombongan kalangan menengah ke atas, seolah mereka tidak membuka mata dan tidak memiliki hati. Mereka lupa masih banyak masyarakat kota yang pra-sejahtera.


"Harga papan bunga Rp 500 ribu hingga jutaan itu seharusnya lebih bermanfaat digunakan untuk membantu mereka yang pra-sejahtera," ungkap Bastian, Jumat (5/5).

Menurutnya, para pengirim bunga seperti tidak memiliki empati atas sulitnya masyarakat pra-sejahtera mendapatkan uang Rp 50 ribu per hari, mereka seolah ingin menunjukkan kesombongan yang terorganisir, massif dan terencana.

"Bila ingin sampaikan aspirasi harusnya melalui lembaga yang sudah ada, bisa pula melalui media massa; online, cetak, elektronik," lanjut Bastian.

Untuk itu pihaknya mendesak pihak berwajib menginvestigasi siapa di balik semua ini. "Kita meyakini ada yang menjadi inisiator penggalangan papan bunga dengan tujuan menyampaikan aspirasi. Menurut kami selain sombong, para pengirim papan bunga merupakan kelompok orang yang tak paham aturan negara," imbuhnya.

Ditambahkan Bastian, GEPRINDO mengajak semua pihak untuk menghitung total pengeluaran untuk papan bunga serta apa manfaatnya. Belasan bahkan puluhan juta yang terbuang sia-sia itu harusnya bisa dimanfaatkan untuk hal berguna. Uang tersebut harusnya bisa digunakan untuk korban bencana alam, kebakaran, fakir miskin, serta anak putus sekolah maupun kegiatan sosial lainnya.

"GEPRINDO menghimbau para pengirim bunga untuk berhenti menunjukkan kesombongan, pemborosan serta prilaku yang tidak bercermin pada semangat Pancasila dan UUD 45," tukasnya.

Tren karangan bunga menular dari Balikota Jakarta ke Mabes Polri dan Istana. Karangan bunga ini mengungkapkan dukungan, aspirasi dan ungkapan rasa hati. Di Balaikota, karangan bunga untuk Ahok-Djarot tembus 5 ribu buah. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya