Berita

Foto/Net

Politik

Klaim Jokowi Di Hongkong Bukti Pemerintah Penuh Kebohongan

KAMIS, 04 MEI 2017 | 07:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pernyataan Presiden Joko Widodo dalam forum internasional di Hongkong terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat tidak realistis bahkan memalukan bangsa Indonesia. Jokowi mengklaim bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia ranking 3 dunia.

Setidaknya seorang pengamat ekonomi Jake Van Der Kamp menuliskannya di media South China Morning Post (SCMP) apa yang dikatakan Jokowi itu sebagai silly boasts alias bualan konyol.

Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) Bastian P. Simanjuntak menilai pernyataan tersebut merupakan kebiasaan tim ekonomi dan pencitraan Jokowi, karena pernyataan yang sama juga pernah diungkapkan Jokowi pada saat pelantikan DPP Partai Hanura pada Februari 2017 dan saat menghadiri Farewell Amnesty Pajak di JIExpo Kemayoran pada bulan yang sama.


"Mungkin Jokowi bermaksud membuat negara lain terpesona, namun sayang sebuah kebohongan akhirnya menemukan kebenaran," kata Bastian, Kamis (4/5).

Jelas dia, dan apa yang ditulis Jake Van Der Kamp di SCMP semakin menunjukkan pemerintah saat ini hanya rezim pencitraan bahkan penuh kebohongan.

"GEPRINDO menilai pernyataan Jokowi yang mengatakan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia ranking 3 dunia padahal menurut GEPRINDO pertumbuhan ekonomi Indonesia di peringkat 3 diantara G-20 bukan di peringkat dunia. Sedangkan berdasarkan data IMF World Economic Outlook pada kuartal keempat 2016, Indonesia berada di peringkat 35," ujar Bastian.

Untuk itu, pemerintah didesak meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, mengklarifikasi melalui tim ekonomi atau Menkeu Sri Mulyani. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya