Berita

Nusantara

Kecelakaan Puncak Harus Diusut Tuntas

SELASA, 02 MEI 2017 | 10:28 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Peristiwa kecelakaan pada April saat libur panjang menjadi bukti buruknya pengawasan terhadap kelayakan kendaraan dan kompentensi pengemudi.

Semua pihak yang bertanggungjawab untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas di wilayah awal hingga terjadinya kecelakaan harus diberikan sanksi tegas.

"Kenapa ada kendaraan yang tidak layak jalan tapi tetap beroperasi, lalu bagaimana pengawasan terhadap kompentesi pengemudi. Harus ada yang bertanggungjawab," kata Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan, Selasa (2/5).


Pihaknya mendesak, agar temuan hasil uji petik (Kir) yang ditempel di bus wisata maut tidak sesuai dengan peruntukannya, diusut tuntas.

"Selama ini, setiap kecelakaan hanya tanggungjawab pengemudi. Sementara pihak yang melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan lepas tanggungjawab," tegasnya.

Menurut Edison, kecelakaan lalu lintas adalah sebuah peristiwa yang tidak disengaja. Tetapi pemerintah berperan untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Untuk itulah diperlukan pemeriksaan berkala oleh Dishub setempat. Kemudian kompentensi pengemudi ditandai dengan proses untuk mendapatkan SIM.

"Apakah kewenangan itu sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku? Itu harus diperiksa," imbuh Edison.

Disebutkan, peristiwa kecelakaan yang terjadi pekan ketiga dan keempat pada April lalu di wilayah Puncak, Bogor, Jawa Barat merupakan bukti bahwa pemerintah belum serius mewujudkan Kamseltibcar. Akibatnya, puluhan orang meninggal dunia dalam kecelakaan.

Sebab, kecelakaan dipicu faktor manusia (human error), kelayakan kendaraan dan sarana prasarana jalan. Tetapi selalu diawali dengan tanda-tanda atau pelanggaran rambu sehingga petugas dapat segera melakukan tindakan pencegahan. Semua faktor-faktor pemicu kecelakaan itu dapat dicegah dengan melakukan pengawasan yang ketat.

"Kalau manusia sudah dianggap sebagai aset, seharusnya kecelakaan itu dapat dicegah lewat pengawasan yang ketat," ujar Edison.

ITW berharap semua pihak harus berupaya untuk mewujudkan Kamseltibcar lalu lintas. Khususnya pihak yang diberikan mandat oleh UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagai penyelenggara dan penanggungjawab terwujudnya Kamseltibcar. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya